Pengadilan di Hangzhou, China, menetapkan larangan bagi perusahaan untuk memecat karyawan dengan alasan posisi pekerjaan mereka telah digantikan oleh otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Putusan ini diambil guna memperkuat perlindungan pekerja di tengah tren global efisiensi tenaga kerja melalui teknologi.
Kebijakan protektif pemerintah China ini muncul sebagai respons atas sengketa kerja yang melibatkan seorang supervisor quality assurance bernama Zhou. Dilansir dari Tekno, Zhou diberhentikan setelah menolak tawaran demosi dengan pemotongan gaji mencapai 40 persen ketika tugasnya dialihkan ke model AI buatan perusahaan.
Pihak manajemen berdalih bahwa penggunaan teknologi AI merupakan bentuk restrukturisasi organisasi yang masuk dalam kategori perubahan besar kondisi objektif. Namun, hakim menilai langkah tersebut merupakan keputusan bisnis internal yang risikonya tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada karyawan manusia.
Dalam putusan resminya, pengadilan menekankan bahwa efisiensi teknologi harus selaras dengan tanggung jawab sosial perusahaan. Pemanfaatan AI seharusnya bertujuan meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan hak-hak dasar tenaga kerja yang sudah ada.
"Perusahaan dapat beradaptasi dengan tren ini (AI), tetapi mereka juga harus mempertimbangkan hak dan kepentingan karyawan, serta tidak dapat menggunakan perubahan teknologi sebagai dalih pengurangan gaji dan pemutusan kontrak secara sepihak," demikian kutip putusan pengadilan.
Otoritas ketenagakerjaan di Beijing juga merilis kumpulan kasus serupa pada 26 Desember untuk tahun 2025. Salah satu kasus menyoroti sengketa pengumpul data peta yang posisinya tergeser oleh sistem otomatis, di mana hakim kembali memenangkan pihak pekerja atas dasar persaingan usaha yang sehat.
Tren putusan hukum ini berdampak pada tingginya angka kepercayaan publik terhadap AI di China dibandingkan dengan Amerika Serikat. Masyarakat setempat cenderung memandang teknologi kecerdasan buatan sebagai alat pendukung kerja dalam kerangka regulasi yang tetap menjamin stabilitas ekonomi para buruh dan profesional.