Cisco memperkenalkan prototipe fungsional Cisco Universal Quantum Switch yang dirancang untuk mengatasi hambatan utama dalam pembangunan infrastruktur jaringan kuantum masa depan. Perangkat inovatif ini dipamerkan pada Sabtu (9/5/2026) sebagai solusi atas masalah perbedaan metode pengodean informasi antar komputer kuantum.
Hingga saat ini, belum ada perangkat switch yang mampu menerjemahkan berbagai mode pengkodean utama tanpa merusak integritas data di dalamnya. Dilansir dari Detik iNET, pencapaian ini dianggap sebagai tonggak sejarah baru dalam upaya menghubungkan berbagai sistem kuantum yang berbeda secara global.
"Pencapaian ini merupakan momen penting bagi program kuantum kami dan menjadi bukti dari potensi transformasional jaringan kuantum," ujar Vijoy Pandey, SVP/GM Outshift, Cisco Emerging Technologies and Incubation Group.
Pandey menekankan bahwa kemampuan untuk mengoneksikan berbagai sistem kuantum merupakan syarat mutlak agar skalabilitas teknologi ini dapat tercapai sepenuhnya. Integrasi lintas platform dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar untuk meningkatkan kapasitas komputer kuantum dari ratusan menjadi jutaan qubit.
"Meskipun merupakan pencapaian besar, ini barulah permulaan. Perjalanan ke depan masih panjang, namun dampak dari apa yang kami bangun saat ini dan yang akan datang akan sangat luar biasa," tambah Vijoy Pandey.
Cisco Universal Quantum Switch bekerja dengan cara menerima sinyal dari vendor yang berbeda, lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa umum melalui mesin konversi yang telah dipatenkan. Proses routing ini memungkinkan pengiriman informasi ke sistem penerima tanpa mengganggu struktur data kuantum aslinya.
Inovasi ini menawarkan keunggulan signifikan karena dapat beroperasi pada suhu ruangan normal, sehingga lebih efisien dibandingkan perangkat kuantum biasa yang memerlukan pendingin kriogenik ekstrem. Selain itu, perangkat ini kompatibel dengan kabel serat optik standar dan hanya mengonsumsi daya kurang dari satu miliwatt.
Sistem ini tercatat mampu melakukan proses peralihan koneksi elektro-optik dengan kecepatan satu nanodetik dan tingkat degradasi informasi di bawah empat persen. Pengembangan ini secara langsung mendukung empat metode pengodean utama, yakni polarisasi, time-bin, frequency-bin, dan path.
Proyek yang dikembangkan di laboratorium khusus Santa Monica ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemain besar industri teknologi. Cisco telah menjalin kerja sama strategis dengan IBM, Qunnect, hingga Atom Computing guna membangun ekosistem komputasi kuantum yang praktis dan utuh.