Gelandang Arsenal, Declan Rice, mengakui bahwa timnya sempat merasa gugup saat menaklukkan Burnley dalam lanjutan Premier League. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal dari Kai Havertz, seperti dilansir dari Medcom.
Kemenangan ini membuat Arsenal berhasil mengamankan poin penuh meskipun mereka dinilai tidak tampil secara maksimal, khususnya pada paruh kedua pertandingan. Rice menyebutkan bahwa timnya tampil sangat impresif pada babak pertama, namun kemudian memilih untuk bermain lebih aman setelah turun minum.
Langkah tersebut diambil demi mempertahankan keunggulan yang sudah didapat. Menurut Rice, Arsenal sengaja tidak bermain terbuka seperti pada babak pertama, momen di mana mereka sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih dari dua gol ke gawang lawan.
"Klub ini layak mendapat hal-hal bagus dan kami bekerja sangat keras untuk mewujudkannya. Tak peduli berapa skornya, tiga poin tetap tiga poin," ujar Rice di situs resmi klub.
"Pada babak pertama, kami memperlihatkan apa yang kami lakukan dalam beberapa pekan terakhir ini. Kami memainkan sepak bola yang sangat bagus dan harusnya bisa unggul dua atau three gol," bebernya.
"Babak kedua akan selalu lebih sulit karena di mana kami berada musim ini. Ada begitu banyak yang dipertaruhkan juga di depan kami," paparnya.
Selain membahas jalannya pertandingan, gelandang berusia 27 tahun itu memberikan pujian khusus bagi performa lini belakang timnya. Pertahanan The Gunners sejauh ini tampil luar biasa dengan mencatatkan 32 cleansheet di seluruh kompetisi.
Kombinasi solid antara barisan pemain bertahan dan penjaga gawang dinilai menjadi faktor penentu kekuatan Arsenal sepanjang musim ini.
"Saya tidak tahu di mana klub ini berada tanpa empat bek kami dan kiper ini. Ini adalah hal yang tak pernah saya lihat sebelumnya, bagaimana komitmen mereka saat berlatih setiap hari," pungkasnya.