DeepSeek Pangkas Harga Model AI V4 Pro Permanen

DeepSeek Pangkas Harga Model AI V4 Pro Permanen

Perusahaan kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek, memangkas biaya operasional model AI andalannya, DeepSeek V4-Pro, secara permanen hingga 75 persen. Langkah agresif ini dilakukan di tengah upaya menekan biaya komputasi global melalui optimalisasi infrastruktur teknologi lokal.

Dilansir dari Medcom yang mengutip Digital Trends, tarif penggunaan API DeepSeek V4-Pro kini turun menjadi antara CNY0,025 (Rp65,31) hingga CNY6 (Rp15.675) per satu juta token. Sebelumnya, biaya tersebut berada di kisaran CNY0,1 (Rp261) hingga CNY24 (Rp62.708).

Kebijakan baru ini membuat biaya operasional model flagship tersebut kini hanya seperempat dari harga awal. Meskipun pihak perusahaan tidak merinci alasan pemotongan harga, sejumlah analis memperkirakan peningkatan ketersediaan chip AI Huawei Ascend 950 menjadi faktor penentu utamanya.

Model DeepSeek V4 sendiri dirancang khusus agar optimal berjalan pada chip buatan Huawei demi mengurangi ketergantungan terhadap GPU NVIDIA. Strategi transisi teknologi ini dinilai krusial bagi industri semikonduktor Tiongkok yang tengah menghadapi pembatasan ekspor dari Amerika Serikat.

Pada awal peluncurannya, versi V4-Pro dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi daripada versi V4-Flash karena keterbatasan kapasitas komputasi tingkat tinggi. Namun, pihak manajemen sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa biaya layanan akan turun seiring peningkatan produksi supernode Huawei Ascend 950 pada paruh kedua tahun ini.

Langkah penurunan harga dari salah satu pemain utama asal Tiongkok ini memicu spekulasi mengenai potensi perang harga baru di sektor kecerdasan buatan global. DeepSeek sebelumnya memang dikenal agresif dalam memotong biaya pengembangan jika dibandingkan dengan kompetitor Barat seperti OpenAI dan Anthropic.

Para analis memprediksi perubahan struktur biaya ini akan mempercepat adopsi teknologi LLM di berbagai sektor industri dan pengembang aplikasi global. Di sisi lain, perkembangan korporasi ini tetap berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Amerika Serikat terkait isu geopolitik dan dugaan penggunaan model AI Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi