Sebuah lorong pemukiman sempit di daerah Tegalluar, Sapan, Jawa Barat, berhasil ditransformasi menjadi area pernikahan mewah menyerupai hotel pada 26 April 2026. Dokumentasi perubahan drastis lahan terbatas tersebut menjadi perbincangan setelah diunggah oleh akun Instagram @gemala.wo dan ditonton belasan ribu kali.
Hasil dekorasi yang menonjolkan pencahayaan dramatis dan rangkaian bunga masif ini menuai pujian luas dari warganet. Dilansir dari Wolipop, tim penyelenggara pernikahan menggunakan instalasi plafon kain untuk menyulap suasana gang yang semula sederhana menjadi area yang elegan.
"Buat kalian yang rumah nya masuk gang jangan khawatir masih bisa kita bikin mewah juga kok😉😉," tulis keterangan video Instagram @gemala.wo.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi penghalang untuk menciptakan momen sakral yang estetis. Unggahan tersebut terpantau telah mendapatkan lebih dari 17,8 ribu penayangan dan beragam respon positif di kolom komentar.
"Cakeeeepppp❤️," ucap pengguna Instagram @baguss_mua.
Netizen lainnya juga menunjukkan ketertarikan terhadap rincian biaya pengerjaan dekorasi di lokasi yang menantang tersebut.
"Ini budget brp min?" penasaran akun @susisusanti_20.
"Bestttttttttt bangettttt ❤️🔥," takjub akun @apriliasn21_.
Mochamad Irfan dari Gemala WO yang berbasis di Cicalengka mengungkapkan bahwa proyek ini berawal dari permintaan klien bernama April. Pemilik acara ingin memaksimalkan lahan di halaman belakang rumah yang aksesnya harus melewati gang kecil.
"Kebetulan client meminta bantuan untuk memaksimalkan lahan yang ada mulai memasuki gang serta lapangan yang ukuranya tidak terlalu luas tapi ingin terlihat mewah," ungkap Irfan saat dikonfirmasi oleh Wolipop.
Tim dekorator memutuskan untuk tidak membiarkan akses lorong tersebut polos, melainkan menjadikannya sebagai elemen kejutan bagi para tamu. Seluruh bagian gang ditutup dengan dekorasi penuh untuk menciptakan kesan lorong yang megah.
"Di halaman rumah belakang tapi unik nya harus melewati gang dulu, dan gang nya kita sulap menjadi lorong dengan full dekor," jelasnya.
Irfan menjelaskan bahwa konsep yang diusung mengikuti tren dekorasi drapery kain dengan pemilihan warna yang spesifik. Penggunaan warna gelap pada tenda dimaksudkan agar efek lampu kristal dan pencahayaan lainnya dapat terlihat lebih menonjol.
"Tema yang sedang hits sekarang dekor drapery kain dengan sentuhan warna hijau emerald dipadukan dengan putih serta tenda full warna hitam untuk kesan gelap agar susana ligting nya dapat," tambah Irfan.
Proses pengerjaan di lahan seluas 320 meter persegi ini diakui penuh tantangan, terutama dalam hal perizinan dan teknis. Namun, kendala perizinan dapat teratasi karena rumah-rumah di sekitar lokasi merupakan kerabat dari mempelai wanita.
"Reaksi pertama sangat challenging tapi alhamdulillah hasilnya memuaskan. Betul izin tetanga dan kebetulan semua rumah terdekat itu saudara pengantin," katanya.
Selain faktor izin, pengaturan alur tamu menjadi prioritas utama agar area yang terbatas tetap terasa nyaman. Irfan menyebutkan bahwa perencanaan tata letak yang matang menjadi kunci agar hasil akhir tetap terlihat rapi.
"Paling untuk penetuan layouting dekor harus dipikirkan secara matang dan sirkulasi tamu nya juga agar tetap nyaman dan rapih," tuturnya.
Upaya tim dalam mengubah fungsi gang pemukiman tersebut mendapatkan apresiasi langsung dari pemilik acara dan tamu undangan. Irfan merasa puas karena mampu membuktikan bahwa lahan terbatas dapat diubah menjadi lokasi yang elegan.
"Alhamdulilah dapat respon baik tidak sangka lahan seperti ini bisa di sulap dengan baik dan elegan," pungkas Irfan.