Detroit Pistons Tekuk Cleveland Cavaliers 115-94 di Game 6

Detroit Pistons Tekuk Cleveland Cavaliers 115-94 di Game 6

Detroit Pistons sukses menaklukkan Cleveland Cavaliers dengan skor telak 115-94 dalam laga Game 6 semifinal Wilayah Timur pada Jumat malam di Cleveland, sekaligus memaksakan terjadinya laga penentu Game 7.

Pertandingan ini diwarnai insiden fisik pada kuarter kedua ketika penggawa Pistons, Ausar Thompson, menjatuhkan guard Cavaliers, Sam Merrill, ke lantai saat berupaya melewati screen. Wasit kemudian melakukan peninjauan video dan menjatuhkan hukuman flagrant foul penalti 1 kepada Thompson, sehingga ia tetap diizinkan melanjutkan pertandingan sebelum akhirnya terkena foul out.

Kepala wasit Zach Zarba memberikan penjelasan resmi mengenai keputusan tersebut kepada wartawan setelah pertandingan berakhir.

"The criteria for a flagrant foul 2 would be windup, impact and follow-through," kata Zarba.

Zarba menambahkan bahwa kontak yang dilakukan Thompson memang tidak diperlukan namun belum masuk kategori berlebihan.

"On this particular play, there was impact and follow-through, but there was no windup. It was unnecessary contact but also not excessive, so that’s why it wasn’t upgraded to a flagrant 2," ujar Zarba.

Pemain forward Detroit Pistons, Ausar Thompson, turut memberikan tanggapan mengenai insiden fisiknya dengan Merrill di lapangan.

"I just felt like it was a moving screen (on Merrill)," kata Thompson.

Thompson mengakui bahwa dirinya hanya bisa pasrah dan berharap keputusan wasit tidak membuatnya dikeluarkan dari laga krusial ini.

"I was just hoping that whatever (the referees) decided, I was going to be able to keep playing," ujar Thompson.

Di sisi lain, Sam Merrill mengaku tidak menyadari sepenuhnya intensitas kontak dari Thompson sebelum melihat tayangan ulang di papan skor stadion.

"I thought he just pushed me." kata Merrill.

Merrill yang merayakan ulang tahun ke-30 pada hari Jumat tersebut menegaskan tidak mengharapkan adanya pengusiran terhadap pemain lawan.

"Maybe the replay showed he full-on grabbed my neck, but I didn’t feel like it was excessive," kata Merrill.

Pemain guard yang pernah menjuarai NBA bersama Milwaukee Bucks pada 2021 itu menambahkan komentar penutupnya terkait insiden tersebut.

"I wasn’t expecting an ejection." ujar Merrill.

Rekan setim Merrill, forward Evan Mobley, ikut mengomentari ketidakpastian standar penilaian pelanggaran keras di kompetisi NBA.

"You never know in this league, if it’s gonna be a flagrant or an ejection. I don’t know." kata Mobley.

Mobley yang tampil dengan luka goresan di wajah akibat laga sebelumnya membenarkan bahwa benturan keras tersebut menjadi cerminan intensitas fisik dalam seri playoff ini.

"This is how the series is going." ujar Mobley.

Legenda NBA Dwyane Wade yang bertindak sebagai analis siaran pertandingan justru mengaku menyukai determinasi fisik dan gaya agresif yang ditunjukkan oleh Thompson.

"I like that right there, ‘Get off me’," kata Wade.

Wade menyamakan aksi melangkah di depan lawan yang jatuh tersebut dengan momen ikonik Allen Iverson saat melangkahi Ty Lue pada Final NBA 2001 silam.

"Listen, I love the shove right there. Okay, if you’re on the sideline, we love that foul. Now, it’s the other fouls that he gets throughout the game, sometimes that is a little mindless, that you won’t need him on the floor. But that one, we’re taking that one. The Iverson stepover." ujar Wade.

Rekan sesama analis siaran, Candace Parker, turut menimpali komentar Wade dengan memberikan apresiasi kepada legenda Philadelphia 76ers tersebut.

"Shoutout to Allen Iverson out there." kata Parker.

Sementara itu, mantan staf tim sepak bola Amerika Universitas Michigan, Connor Stalions, menggunakan momen protes keras fans Cleveland untuk menyindir rivalitas olahraga di negara bagian Ohio melalui akun X miliknya.

"Look at what precedent Ryan Day started. All of Cleveland now chanting “throw him out!” over a little foul. It’s the only way that soft state can win – do whatever it takes to ensure your rival isn’t at full strength. Very sad." tulis Stalions.

Dalam laga Game 6 ini, Thompson membukukan 10 poin, sembilan rebound, empat assist, dan empat steal dalam 24 menit penampilan. Catatan performa dari Stathead dan Statmuse menunjukkan Thompson menjadi pemain tercepat ketiga dalam sejarah playoff NBA yang mengemas lebih dari 35 steal dan 25 block, menempatkan namanya di belakang Ben Wallace dan Michael Jordan.

Persaingan kedua tim berlanjut pada Game 7 yang berlangsung di Little Caesars Arena pada Minggu malam, di mana Sam Merrill tampil berani mengambil charge ofensif dari Thompson di awal laga dan berhasil menyumbang 15 poin pada babak pertama demi memperebutkan tiket menuju Final Wilayah Timur melawan New York Knicks.

Artikel terkait