Dior Rilis Kembali Motif Koran Kontroversial dalam Koleksi Cruise 2027

Dior Rilis Kembali Motif Koran Kontroversial dalam Koleksi Cruise 2027

Sebuah tas dalam peragaan busana Dior Cruise 2027 membangkitkan kembali ingatan tentang salah satu motif paling kontroversial dalam sejarah rumah mode tersebut, seperti dikutip dari Wolipop.

Desainer Jonathan Anderson memamerkan koleksi Cruise perdana ini di Los Angeles County Museum of Art (LACMA), Amerika Serikat. Area baru David Geffen Galleries diubah menjadi set film yang dilengkapi deretan mobil klasik dan pencahayaan dramatis.

Pemilihan Amerika Serikat sebagai lokasi peragaan disinyalir menjadi strategi bisnis Dior untuk merebut pasar yang sedang menghadapi tantangan akibat kebijakan pajak impor Presiden Trump.

Dior tidak sendirian dalam menggelar peragaan di Amerika Serikat karena Gucci dan Louis Vuitton juga memilih New York City dalam waktu yang berdekatan.

Bagi Jonathan Anderson, keputusan ini terasa personal karena kedekatannya dengan industri Hollywood, termasuk pengalamannya merancang kostum untuk film Challengers (2024).

"Kita ada di Hollywood, dan kami ingin membangun sesuatu, tapi harus dalam gambaran besar yang berkaitan dengan film atau hal lain. Jadinya akan seperti bagaimana rumah mode dan industri film bekerja sama, dan seperti model bisnis yang baru di dalamnya," kata Jonathan kepada Vogue.

Sejarah dan Kontroversi Motif Koran

Jonathan Anderson menerjemahkan atmosfer Hollywood yang penuh drama dengan mengangkat kembali corak koran atau newspaper print yang pernah memicu kehebohan di masa lalu.

Motif tersebut awalnya dirancang oleh desainer asal Inggris, John Galliano, untuk koleksi busana siap pakai Dior Fall/Winter 2000 yang bertajuk Fly Girl.

Pada Januari 2000, John Galliano menampilkan koleksi Dior Haute Couture Spring/Summer di Istana Versailles dengan potongan busana yang terinspirasi dari gaya hidup gelandangan.

Inspirasi Desain dari Masa ke Masa

John Galliano menamai koleksi tersebut Hobo setelah melihat tunawisma di Paris, serta terinspirasi dari pesta Tramp Ball era 1920-1930an saat kaum borjuis berdandan menyerupai gelandangan.

Salah satu pakaian dalam peragaan kala itu menggunakan motif dari halaman mode koran International Herald Tribune.

Jauh sebelum era John Galliano, perancang Elsa Schiaparelli sudah mengeksplorasi motif serupa pada tahun 1935 setelah melihat istri nelayan di Denmark mengenakan topi dari koran.

Kini, di tangan Jonathan Anderson, motif legendaris tersebut diaplikasikan pada tas Bow, siluet baru yang ia kembangkan sejak resmi menjabat sebagai direktur kreatif Dior tahun lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi