Umat Muslim Perlu Baca Doa Sebelum Bepergian Demi Keselamatan

Umat Muslim Perlu Baca Doa Sebelum Bepergian Demi Keselamatan

Aktivitas perjalanan menjadi rutinitas manusia modern, mulai dari bekerja, berdagang, hingga menjalankan ibadah. Meski sarana transportasi telah berkembang pesat dari hewan menjadi pesawat terbang, risiko dan tantangan di jalan tetap tidak terhindarkan.

Islam mengajarkan umatnya untuk memulai setiap perjalanan dengan doa sebagai bentuk permohonan perlindungan. Dikutip dari Cahaya, persiapan spiritual melalui doa merupakan hal krusial yang harus menyertai persiapan fisik seperti kendaraan dan bekal.

Membaca doa bepergian bertujuan agar seorang Muslim mendapatkan keselamatan serta kelancaran selama di perjalanan. Melalui doa tersebut, seseorang menyerahkan sepenuhnya urusan keselamatan kepada Allah SWT di tengah ketidakpastian yang mungkin terjadi.

Rasulullah SAW mengajarkan urutan doa yang diawali dengan pembacaan takbir sebanyak tiga kali sebelum mulai menempuh perjalanan.

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ

Artinya: "Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar."

Setelah melafalkan takbir, umat Islam dianjurkan menyambungnya dengan doa berikut ini:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ. اللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللّٰهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Artinya: "Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman pendamping dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga."

Doa Saat Kembali dari Perjalanan

Ketika telah menyelesaikan urusan dan kembali pulang, doa yang sama tetap dibaca namun terdapat tambahan lafaz khusus di bagian akhir.

آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Artinya: "Kami kembali, kami bertobat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami, kami senantiasa memuji."

Berdasarkan riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW melafalkan doa ini tepat saat sudah berada di atas kendaraan. Doa ini mengandung makna pengakuan bahwa kendaraan adalah nikmat Allah yang hanya bisa dikuasai atas izin-Nya.

Permohonan dalam doa mencakup perlindungan dari kelelahan, hambatan fisik, kecelakaan, hingga kemalangan yang menimpa harta atau keluarga. Selain memberi ketenangan bagi musafir, doa ini juga menjadi jaminan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan di rumah.

Dalam konteks kehidupan modern, doa menjadikan perjalanan tidak sekadar perpindahan tempat, namun juga bernilai ibadah. Kebiasaan ini menumbuhkan harapan akan perlindungan Allah di tengah fokus pada persiapan teknis seperti tiket dan perangkat pendukung lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi