Umat Muslim Amalkan Tiga Doa Istimewa di Hari Jumat yang Mustajab

Umat Muslim Amalkan Tiga Doa Istimewa di Hari Jumat yang Mustajab

Hari Jumat memegang kedudukan yang sangat istimewa dalam tradisi Islam sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Keistimewaan ini bukan sekadar gelar, melainkan adanya waktu-waktu mustajab yang menjadi saat terbaik bagi seorang hamba untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.

Dilansir dari Cahaya, doa merupakan bentuk pengakuan nyata bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan Tuhan dalam setiap urusan. Banyak ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak zikir, doa, dan shalawat pada hari yang mulia ini.

Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi menjelaskan bahwa seorang Muslim disarankan memperbanyak amalan tersebut karena Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan hari lainnya. Meskipun tidak ada doa tunggal yang diwajibkan, terdapat beberapa rangkaian permohonan yang sangat baik untuk diamalkan secara rutin.

Menghadapi ketidakpastian dalam aspek rezeki, pekerjaan, maupun kesehatan sering kali memicu kecemasan. Islam mengajarkan bahwa ketenangan hati yang sejati dapat diraih melalui tawakal yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca guna memohon kecukupan dan perlindungan adalah:

اللهم عليك توكلt فارزقني واكفني، وبك لذت فنجني مما يؤذيني، أنت حسبي ونعم الوكيل، اللهم رضني بقضائك، وقنعني بعطائك، واجعلني من أوليائك

Allahumma ‘alaika tawakkaltu farzuqni wakfini, wa bika ludztu fa najjini mimma yu’dzini, anta hasbiy wa ni’mal wakil. Allahumma raddhini bi qadhaika, wa qanni’ni bi ‘athaika, waj‘alni min awliyaika.

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku bertawakal. Berilah aku rezeki dan cukupkanlah aku. Selamatkan aku dari segala sesuatu yang menyakitiku. Engkau adalah sebaik-baik pelindung. Jadikan aku ridha atas ketetapan-Mu, merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan masukkan aku ke dalam golongan hamba-hamba pilihan-Mu.”

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Abu Hamid Al-Ghazali memaparkan bahwa ketenangan seorang mukmin bersumber dari penyerahan urusan kepada Tuhan tanpa mengabaikan ikhtiar. Membaca doa ini menjadi pengingat bahwa kekuatan manusia memiliki batasan tertentu.

Memohon Keberkahan bagi Diri Sendiri dan Sesama

Momen Jumat juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat ikatan antarsesama Muslim melalui doa. Saling mendoakan keberkahan merupakan amalan ringan namun memiliki dampak spiritual yang sangat mendalam.

Umat Muslim dapat mengamalkan doa keberkahan berikut ini:

أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة

Adamallahu lakum barakatal jumu’ati duhuran, wa albasakum min taqwahu nuran, jum’atan mubarakah.

Artinya: “Semoga Allah melimpahkan keberkahan Jumat kepada kalian sepanjang masa, dan mengenakan cahaya ketakwaan kepada kalian. Jumat yang penuh berkah.”

Al-Baihaqi dalam buku Fadhailul Auqat menyebutkan bahwa hari Jumat adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Hal ini diperkuat dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengenai kemustajaban doa bagi saudara tanpa sepengetahuan orang tersebut.

Permohonan Kelapangan dari Kesulitan

Saat manusia berada di titik lelah akibat ujian ekonomi, kesehatan, maupun tekanan batin, Islam memberikan tuntunan agar tetap menggantungkan harapan hanya kepada Sang Pencipta. Ada doa khusus yang bisa diamalkan untuk memohon hilangnya kesedihan.

اللهم إني أسألك يا من لا تغلطه المسائل، يا من لا يشغله سمع عن سمع، يا من لا يبرمه إلحاح الملحين، اللهم إني أعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء، وسوء القضاء، dan شماتة الأعداء، اللهم اكشف عني وعن كل المسلمين كل شدة وضيق وكرب

Allahumma inni as’aluka ya man la tughallithuhul masa’il, ya man la yusyghiluhu sam’un ‘an sam’, ya man la yubrimuhu ilhahul mulihhin. Allahumma inni a‘udzu bika min juhdil bala’, wa darkisy syaqa’, wa su’il qadha’, wa syamatatil a‘da’. Allahummaksyif ‘anni wa ‘an kullil muslimina kulla syiddatin wa dhiqin wa karb.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, wahai Dzat yang tidak tersamarkan oleh banyaknya permintaan. Wahai Dzat yang tidak tersibukkan oleh satu pendengaran dari pendengaran lainnya. Wahai Dzat yang tidak merasa jenuh oleh permohonan orang-orang yang meminta. Aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan, ketetapan buruk, dan kegembiraan musuh atas penderitaanku. Ya Allah, hilangkanlah segala kesulitan, kesempitan, dan kesedihan dariku dan dari seluruh kaum Muslim.”

Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa menggantungkan harapan di tengah himpitan masalah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat agung. Allah tidak pernah lalai mendengar permohonan hamba-Nya, betapapun banyaknya permintaan yang masuk secara bersamaan.

Waktu Paling Tepat untuk Memanjatkan Doa

Mengenai kapan tepatnya waktu paling mustajab di hari Jumat, para ulama memiliki beberapa pandangan yang didasarkan pada riwayat hadis. Sebagian besar merujuk pada waktu setelah Ashar hingga menjelang terbenamnya matahari di ufuk barat atau menjelang Maghrib.

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa waktu mustajab terjadi saat imam sedang duduk di antara dua khutbah di atas mimbar hingga shalat Jumat selesai ditunaikan. Abu Hurairah meriwayatkan hadis Nabi yang menegaskan adanya satu waktu pendek di hari Jumat yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah akan mengabulkannya.

Keistimewaan hari ini juga terekam dalam riwayat Muslim yang menyebut Jumat sebagai hari terbaik saat matahari terbit. Pada hari tersebut Nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, sekaligus diturunkan ke bumi sebagai khalifah.

Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Zhilalil Quran menekankan bahwa Jumat adalah momentum spiritual untuk memperbarui hubungan vertikal dengan Tuhan dan horizontal dengan sesama manusia. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi bahasa harapan yang sangat istimewa di hari yang dimuliakan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi