Kamar mandi merupakan fasilitas penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebersihan tubuh maupun membuang hajat. Namun, dalam perspektif Islam, area ini dipandang sebagai tempat yang penuh kotoran dan najis sehingga menjadi lokasi berkumpulnya setan.
Umat Islam sangat dianjurkan untuk membaca doa serta menjaga adab saat berada di dalam kamar mandi. Praktik ini menjadi wujud ikhtiar untuk membentengi diri dari berbagai gangguan makhluk halus yang tidak kasat mata, seperti dilansir dari Detikcom.
Dikutip dari Detikcom melalui Buku Induk Doa & Zikir karya Imam an-Nawawi, terdapat hadits dari Anas RA mengenai tuntunan Rasulullah SAW. Ketika hendak memasuki kamar mandi, beliau melafalkan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبْثِ وَالخَبَائِثِ
"Allāhumma innī a'ūdzu bika minal-khubutsi wal-khabā'its."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan." (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, terdapat riwayat lain dari Ibnu Umar RA yang menyebutkan versi doa berbeda yang dibaca Rasulullah SAW saat memasuki kamar mandi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الرِّجْسِ النَّجِسِ الخَبِيثِ المُخْبِثِ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ
"Allāhumma innī a'ūdzu bika minar-rijsin-najisil-khabīṡil-mukhbiṡisy-syaiṭānir-rajīm."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kotoran, najis, yang menjijikkan, dan yang menyebabkan kejijikan, yaitu setan yang terkutuk." (HR Ibnu Sinni, Ibnu Majah, Thabrani, dan Al-Hafizh)
Larangan Berbicara dan Berzikir
Saat berada di dalam kamar mandi atau sedang buang hajat, hukumnya makruh bagi seseorang untuk berbicara maupun berzikir. Larangan ini mencakup segala bentuk pembicaraan dan penyebutan asma Allah, kecuali dalam keadaan yang benar-benar darurat.
Hal ini didasarkan pada hadits Ibnu Umar RA yang menceritakan kejadian seorang pria yang lewat di dekat Nabi Muhammad SAW:
"Seorang lelaki yang lewat di dekat Nabi yang saat itu sedang buang air kecil, lalu lelaki itu mengucapkan salam kepadanya, maka beliau tidak menjawab salamnya itu." (HR Muslim)
Al-Muhtyir Ibnu Qunfudz RA juga memberikan kesaksian serupa dalam sebuah riwayat yang menjelaskan alasan di balik tindakan Rasulullah SAW tersebut:
"Aku datang kepada Nabi ketika beliau sedang buang air kecil, lalu aku mengucapkan salam kepadanya, beliau tidak menjawab hingga selesai dari wudhunya, kemudian beliau meminta maaf kepadaku dan bersabda, 'Sesungguhnya aku tidak suka bila menyebut asma Allah melainkan dalam keadaan suci,' atau beliau bersabda, 'Berada dalam keadaan suci'." (HR Abu Daud, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Doa Setelah Istinja
Umat Islam disarankan membaca doa khusus setelah selesai membersihkan najis atau beristinja. Berdasarkan buku Kumpulan Doa Sehari-Hari terbitan Kemenag RI, berikut adalah bacaan doa istinja:
اللَّهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِي مِنَ الْفَوَاحِشِ وَظَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ
"Allāhumma ḥassin farjī minal-fawāḥisy, wa ṭahhir qalbī minan-nifāq."
Artinya: "Ya Allah bersihkan farjiku dari keburukan dan bersihkan hatiku dari nifaq (kemunafikan)."
Adab Menggunakan Kamar Mandi
Selain membaca doa, terdapat sejumlah tata krama atau adab yang perlu diperhatikan saat menggunakan kamar mandi. Menurut buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan, berikut adalah rincian adab tersebut:
- Membaca doa perlindungan sebelum masuk.
- Mendahulukan kaki kiri saat melangkah masuk.
- Menghindari menjawab salam orang lain selama berada di dalam.
- Tidak melakukan aktivitas seperti berbicara, bernyanyi, bersiul, serta tidak membawa benda bertuliskan ayat Al-Qur'an.
- Menggunakan tangan kiri saat melakukan proses istinja.
- Posisi saat membuang hajat diusahakan tidak menghadap ke arah kiblat.
- Menggunakan air secukupnya dan menghindari perilaku mubazir.