Beban utang yang menumpuk sering kali menjadi pemicu utama kecemasan dan mengusik ketenangan hidup seseorang. Seperti dikutip dari Cahaya, umat Islam dianjurkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menyelesaikan kewajiban finansial serta dijauhkan dari himpitan ekonomi.
Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan sejumlah doa khusus yang dapat diamalkan untuk keluar dari jeratan utang sekaligus mencegah terjadinya gagal bayar. Doa-doa ini mengandung permohonan perlindungan dari berbagai sifat buruk dan kondisi yang memberatkan jiwa manusia.
Doa pertama ini sangat dikenal sebagai sarana memohon perlindungan dari rasa sedih, kelemahan, hingga tekanan yang datang dari utang. Berikut adalah teks dan maknanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari cengkeraman utang dan penindasan orang lain."
Doa Memohon Kecukupan dan Pelunasan
Selain permohonan perlindungan, terdapat pula doa yang dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur. Tujuannya agar Allah memberikan kecukupan rezeki serta membantu hamba-Nya dalam melunasi segala tanggungan.
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ dَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ
Allahumma Rabbas-samawati wa Rabbal-ardhi wa Rabbal-'arsyil-'adzim, Rabbana wa Rabba kulli syai'in, faliqal-habbi wan-nawa, wa munzilat-taurati wal-injili wal-furqan. A'udzu bika min syarri kulli dabbatin anta akhidzun binashiyatiha. Allahumma antal-awwalu falaisa qablaka syai'un, wa antal-akhiru falaisa ba'daka syai'un, wa adz-dzahiru falaisa faugaka syai'un, wa antal-bathinu falaisa dunaka syai'un. Iqdhi 'annad-daina wa aghnina minal-faqri.
"Ya Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arsy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Pembelah biji-bijian, Penurun Taurat, Injil, dan Al-Furqan (Al-Qur'an). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap makhluk yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah yang Awal maka tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkaulah yang Akhir maka tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkaulah yang Zahir maka tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkaulah yang Batin maka tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. Lunasilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran."
Kombinasi Spiritual dan Ikhtiar Nyata
Secara mendalam, rangkaian doa tersebut memberikan pesan tentang pentingnya pengakuan atas keterbatasan diri manusia di hadapan Sang Pencipta. Umat Islam diajarkan untuk menjaga amanah dengan selalu berusaha melunasi utang tepat pada waktunya.
Ketenangan batin tidak hanya dicapai melalui untaian kata doa, namun juga melalui sikap tawakal yang dibarengi dengan aksi nyata. Selain berdoa, setiap individu tetap diwajibkan melakukan tata kelola keuangan yang bijak.
Kerja keras dan upaya menghindari utang yang tidak mendesak menjadi bagian penting dari ikhtiar tersebut. Penggabungan antara kekuatan doa dan usaha yang konsisten diharapkan mampu menjauhkan setiap Muslim dari risiko gagal bayar serta mendatangkan keberkahan dalam hidup.