Umat Islam Amalkan Tiga Doa Ini Setelah Pulang Ibadah Haji

Umat Islam Amalkan Tiga Doa Ini Setelah Pulang Ibadah Haji

Rangkaian ibadah haji yang telah selesai ditunaikan oleh jemaah dan dilanjutkan dengan kepulangan ke tanah air memunculkan banyak harapan agar seluruh amalan diterima oleh Allah. Salah satu tujuan utama yang ingin dicapai oleh setiap jemaah adalah mendapatkan predikat haji mabrur, yang berarti haji yang diterima dan membawa dampak positif bagi kehidupan selanjutnya.

Seperti dilansir dari Detikcom, keutamaan mengenai haji mabrur ini bersandar pada kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu karya Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili yang mengutip sabda Nabi Muhammad SAW dari riwayat Abu Hurairah.

"Umrah hingga umrah berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan di antara keduanya, dan ganjaran bagi haji yang mabrur tidak lain adalah surga."

Hadits tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh umat Islam yang berhaji untuk menjaga kualitas ibadah mereka semenjak masa persiapan hingga waktu kepulangan. Terkait definisi operasionalnya, Imam an-Nawawi memberikan penegasan bahwa ibadah haji yang mabrur merupakan ibadah yang bersih dan tidak tercampur oleh perbuatan dosa, mulai dari aspek niat, penuturan kata, hingga tindakan nyata.

Terdapat beberapa bacaan doa yang disarikan dari panduan ulama serta instansi resmi untuk diamalkan oleh jemaah yang baru tiba di tanah air sebagai wujud permohonan agar ibadah mereka tidak sia-sia.

Doa Pertama

Berdasarkan buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat yang ditulis oleh Ali Manshur, jemaah dapat melafalkan doa berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Latin: Allaahummaj'alhaa hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuraan.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ibadah ini sebagai haji yang mabrur dan dosa yang diampuni."

Doa Kedua

Pilihan doa selanjutnya yang dapat dipanjatkan berfokus pada permohonan bekal ketakwaan dan kemudahan hidup:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin: ...Zawwadakallaahut-taqwaa, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal-khaira haitsu maa kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekali ketakwaan, mengampuni dosa, serta memudahkan jalan kebaikan di mana pun berada."

Doa Ketiga

Sementara itu, Buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah yang dikeluarkan resmi oleh Kementerian Agama RI menganjurkan lafal doa yang menyertakan ingatan atas keagungan Allah:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلرَّحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Latin: Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allahummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.

Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, penolakan bagi setan dan keridaan bagi Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikan haji ini haji mabrur dan sa'i yang diterima."

Kiat dan Kriteria Utama Meraih Haji Mabrur

Merujuk pada penjelasan yang dipublikasikan melalui situs resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), pencapaian haji mabrur tidak terjadi secara instan melainkan melibatkan proses menyeluruh sebelum keberangkatan, semasa di Arab Saudi, hingga perilaku setelah pulang.

Beberapa langkah nyata yang wajib dipatuhi oleh para jemaah meliputi kepemilikan niat yang sepenuhnya tulus dan ikhlas hanya karena Allah semata, serta menjauhkan diri dari sifat riya, sum'ah, maupun mubahah. Jemaah juga diwajibkan menggunakan modal dan dana keberangkatan yang bersumber dari rezeki halal, serta senantiasa memelihara ketakwaan dalam segala situasi.

Aspek mental juga memegang peranan penting, di mana jemaah harus mengedepankan sikap sabar, tawakal, bersyukur, serta mengintensifkan zikir dan doa. Seluruh proses ibadah wajib dijalankan mengikuti koridor syariat Islam dengan menjauhi perkara rafas, fusuq, jidal, serta larangan-larangan ihram secara bersungguh-sungguh.

Ketika sudah membaur kembali di masyarakat, tanda keberhasilan ibadah haji tersebut akan tecermin dari perubahan gaya bicara yang semakin santun, pembawaan diri yang membawa kedamaian bagi lingkungan sekitar, kerelaan membantu orang lain, serta komitmen kuat untuk menjauhi segala perbuatan maksiat.

Artikel terkait

Rekomendasi