Membaca doa sebelum memulai surah Yasin menjadi tradisi yang kerap dilakukan umat Islam saat tahlilan, malam Jumat, maupun acara doa bersama. Dilansir dari Detikcom, pengamalan doa ini ditujukan agar pembacaan Al-Qur'an berlangsung lebih khusyuk serta mendatangkan keberkahan.
Selain sebagai adab, doa ini berfungsi sebagai permohonan agar pahala bacaan sampai kepada diri sendiri maupun keluarga yang telah wafat. Dalam praktiknya, terdapat bacaan tawasul yang menjadi bagian penting sebelum memasuki ayat pertama surah Yasin.
Tawasul Yasin merupakan sebutan lain untuk rangkaian doa pembuka ini. Menurut Muchamad Fauyan dalam buku Sejarah Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro, tawasul umumnya terbagi menjadi tiga bagian utama: pembuka, tawasul kepada para nabi, serta untuk ahli kubur.
1. Tawasul Pembuka
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِٰهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِينَ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Arab latin: Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa rasuulillaahi shallallahu 'alaihi wa sallam wa aalihi wa ashhaabihii wa azwaajihii wa aulaadihi wa dzurriyyaatihi ajma-'iin, syai-ul lillaahi lahum Al-Fatihah.
Artinya: "Ditujukan kepada yang terhormat Nabi yang terpilih Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, istri-istrinya, putra putrinya, dan seluruh keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini ditujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah."
2. Tawasul kepada Para Nabi dan Ulama
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Arab latin: Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu 'alaihi wasallama wa aalihi wa ikhwanihi wa minal anbiya-i wal mursalin wal auliyaa-i wasy syuhada-i wash shalihin wash shabati wat tabi'in wal 'ulamaa-i wal mushonnifinal mukhlashiin wa jami'il malaa-ikatil muqarrabin. Tsumma ilaa jamii'il ahlil kubur minal muslimiina wal muslimati wal mu'minina wal mu'minati min masyariqil ardhi ilaa magharibiha barrihaa wa bahriha khushuushon ila aaabaa-inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaayikhana wa masyaayikhi masyaayikhinaa wa asatidzatina wa asatidzati asatidzatina wa liman ahsana ilaina wa limanij tama'naa hahunaa bisababihi, syaiul lillahi lahum Al-Fatihah.
Artinya: "Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi dan rasul, para wali, para syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur atau arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah."
3. Tawasul Khusus Ahli Kubur
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصً إلَى ... . شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Arab latin: Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu 'alaihi wasallama wa aalihi wa shahbihi, syaiul lillaahi lahum Al-Fatihah. Tsumma ilaa hadrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash shalihina wash shahabati wattaabi'ina wal 'ulamaa-i wal mushonnifina wa jami'il malaaikatil muqorrobin, khushuson sayyidnaa syaikhi a'bdil qodir aljailani radhiyallahu 'anhu, syaiul lillaahi lahum Al-Fatihah. Tsumma ilaa jamii'i ahlil kuburi minal muslimiina wal muslimati wal mu'minina wal mu'minati min masyariqil ardhi ilaa magharibiha barrihaa wa bahriha khushuushon abaaanaa wa ummahaatinaa wa ajdaadanaa wa jaddaatina wa masyaayikhana wa masyaayikha masyaayikhinaa wa limanij tama'naa hahunaa bisababihi wa khushuson ila ... (sebutkan nama arwah), syaiul lillaahi lahum Al-Fatihah.
Keutamaan Mengamalkan Surah Yasin
Surah Yasin memiliki banyak keistimewaan yang ditegaskan dalam berbagai hadis. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat at-Tirmidzi bahwa setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca akan dibalas dengan sepuluh kebaikan.
Dalam buku Doa-Doa Lengkap Istigasah karya Agus Arifin, dijelaskan bahwa membaca surah Yasin berpotensi mendatangkan hingga 30.000 kebaikan. Selain itu, membaca Yasin di pagi hari dipercaya dapat menjadi wasilah terkabulnya hajat.
Hadis riwayat Ad Darimi dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa barang siapa membaca surah Yasin di waktu pagi, maka urusannya akan dimudahkan hingga sore hari. Begitu pula jika dibaca pada malam hari, kemudahan akan menyertai hingga pagi tiba.
Urutan Pelaksanaan Yasin dan Tahlil
Rangkaian ibadah ini biasanya dimulai dengan penyampaian niat dan tawasul kepada Nabi Muhammad SAW serta para syuhada. Setelah tawasul selesai, jamaah mulai membaca surah Yasin dari ayat pertama hingga akhir.
Setelah Yasin, urutan dilanjutkan dengan membaca surah pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas yang diselingi dengan tahlil dan takbir. Prosesi kemudian berlanjut pada pembacaan potongan ayat Al-Baqarah, Ayat Kursi, hingga istighfar.
Puncak acara adalah pembacaan tahlil sebanyak 33 kali, selawat Nabi, dan tasbih. Seluruh rangkaian doa ini diakhiri dengan pembacaan Al-Fatihah dan doa penutup tahlil secara khusyuk.