Jemaah haji dan umrah dianjurkan membaca doa khusus setelah menyelesaikan rangkaian sa'i di Bukit Marwah. Membaca doa ini menjadi bentuk harapan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalankan diterima oleh Allah SWT.
Dilansir dari Detikcom, doa tersebut juga menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memohon ampunan. Selain itu, jemaah dapat meminta kebaikan hidup baik di dunia maupun di akhirat setelah menempuh perjalanan fisik yang cukup berat.
Berdasarkan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah, sa'i secara bahasa memiliki arti berjalan atau berusaha. Makna ini mencerminkan upaya sungguh-sungguh jemaah dalam beribadah.
Secara istilah, sa'i merupakan aktivitas berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Prosesi ini selalu dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah dengan mengikuti ketentuan tertentu.
Terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai kedudukan sa'i. Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali menetapkan sa'i sebagai rukun haji dan umrah yang wajib dipenuhi agar ibadah tersebut dianggap sah.
Sementara itu, Imam Abu Hanifah memandangnya sebagai wajib haji. Artinya, jika ditinggalkan, haji tetap sah namun jemaah dikenai kewajiban membayar dam. Sebagian ulama lain menganggap hukumnya sunnah sehingga tidak ada sanksi jika terlewat.
Syarat Pelaksanaan Sa'i
Pelaksanaan sa'i harus memenuhi beberapa kriteria agar sesuai dengan ketentuan manasik. Berikut adalah syarat-syarat utama yang perlu diperhatikan oleh para jemaah:
- Prosesi dilakukan setelah jemaah menyelesaikan ibadah tawaf.
- Titik awal perjalanan dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah.
- Jemaah wajib menyempurnakan tujuh kali perjalanan, di mana satu arah dihitung satu kali.
- Kegiatan harus dilaksanakan sepenuhnya di area yang telah dikhususkan untuk sa'i.
Bacaan Doa Sesudah Sa'i
Berikut adalah bacaan doa yang dipanjatkan setelah jemaah sampai di titik terakhir perjalanan sa'i di Bukit Marwah:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa'aafinaa wa'fu 'anna, wa 'alaa tha'atika wa syukrika a'inna, wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa 'alaal iimani wal islaamil kaamili jamii'an tawaffanaa wa anta raadhin 'annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma'aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya'niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika 'annaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau ridha. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandangan yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu ridha terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."