Seorang pengguna media sosial Threads melaporkan adanya dugaan praktik perselingkuhan yang memanfaatkan fitur komunikasi tersembunyi pada aplikasi kecerdasan buatan ChatGPT. Informasi tersebut menjadi perbincangan hangat setelah diunggah oleh akun @made.inn.0522 pada Senin, 11 April 2026, yang memicu kekhawatiran publik atas penyalahgunaan teknologi digital.
Praktik komunikasi rahasia ini terungkap melalui cerita seorang kawan dari pemilik akun tersebut yang sedang menghadapi persoalan rumah tangga. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Suara, pelaku diduga sengaja menggunakan fitur tertentu di dalam ChatGPT agar ruang percakapan mereka tidak mudah terdeteksi oleh pasangan masing-masing.
Pemilik akun @made.inn.0522 menjelaskan kekagetannya saat mengetahui temannya mendapati sang suami berkomunikasi dengan orang lain melalui platform tersebut.
"Makjanggg temenku nangis pagi ini, baru tau dia kalau suami selingkuh pakai ChatGPT," tulis akun @made.inn.0522.
Narasi dalam unggahan itu menyebutkan bahwa terdapat fitur di dalam aplikasi yang memungkinkan pengguna membuat grup percakapan atau ruang pesan khusus. Hal ini kemudian mendorong sejumlah pengguna internet lainnya untuk melakukan pengecekan mandiri pada aplikasi ChatGPT guna memastikan keberadaan fitur tersebut.
Akun itu juga memberikan peringatan kepada para pasangan agar lebih teliti dalam memantau penggunaan aplikasi pada gawai pasangannya guna menjaga komitmen pernikahan.
"Coba kepada para pasangan (suami/istri) buka ChatGPT pasangan anda dan check. Yang belum selingkuh, jangan ya temen-temen hargai pernikahan dan komitmen," lanjut akun @made.inn.0522.
Fenomena ini memicu berbagai tanggapan dari warganet yang menilai bahwa pelaku perselingkuhan akan selalu mencari celah komunikasi meskipun melalui platform yang tidak lazim. Beberapa komentar menyoroti upaya atau usaha besar yang dilakukan seseorang demi menyembunyikan hubungan gelap mereka.
"Sungguh bukti kalau orang selingkuh itu bener-bener effort ya cari cara buat tetap komunikasi," tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.
Warganet lainnya membandingkan temuan ini dengan kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan aplikasi non-percakapan seperti aplikasi layanan kesehatan maupun platform desain grafis.
"Kemarin ada yang Mobile JKN, terus Canva, sekarang ChatGPT. Definisi if he wanted he would," tulis netizen lain.
Komentar serupa juga muncul dari pengguna lain yang merasa heran dengan tren penggunaan aplikasi yang semakin beragam untuk tujuan yang salah.
"Kemaren ada yang selingkuh pake mobile JKN sekarang pake chatgpt. Orang orang pada kenapa bjir," sambung netizen lainnya.
Sebagai penutup dari rangkaian diskusi di media sosial tersebut, seorang pengguna internet memberikan komentar singkat mengenai kondisi sosial saat ini.
"Dunia ini isinya orang-orang stress," tambah netizen lainnya.