Umat Islam Dianjurkan Membaca Dzikir Tauhid Saat Hari Arafah

Umat Islam Dianjurkan Membaca Dzikir Tauhid Saat Hari Arafah

Hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah merupakan momentum krusial yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Seluruh jemaah haji berkumpul di Padang Arafah guna melaksanakan wukuf, sebuah prosesi yang dianggap sebagai inti dari manasik haji.

Pentingnya prosesi ini ditegaskan melalui sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa haji adalah Arafah, sebagaimana dikutip dari Cahaya. Saat momentum agung ini berlangsung, umat Islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan intensitas doa, dzikir, serta permohonan ampunan.

Dikutip dari Cahaya melalui penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hari Arafah memiliki posisi yang sangat mulia dalam syariat. Hal ini berlandaskan pada penegasan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis:

ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉู

Sabda tersebut bermakna bahwa keberadaan jemaah di Padang Arafah merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Suasana di sana biasanya dipenuhi oleh jemaah yang bersimpuh dalam ketundukan, menghidupkan waktu dengan tangisan tobat dan dzikir di hadapan Allah SWT.

Dzikir Tauhid Sebagai Doa Utama

Salah satu amalan lisan yang paling utama saat berada di Arafah adalah membaca dzikir tauhid. Amalan ini merupakan tradisi yang juga dilakukan oleh para nabi terdahulu sebelum Rasulullah SAW.

Berdasarkan catatan Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al-Mushannaf, Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฏูุนูŽุงุฆููŠ ูˆูŽุฏูุนูŽุงุกู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ู‚ูŽุจู’ู„ููŠ ุจูุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุŒ ูˆูŽู‡ูˆ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ

"Doa yang paling banyak aku panjatkan dan begitu juga para nabi sebelumku di Hari Arafah adalah: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Lafaz Doa Perlindungan di Hari Arafah

Selain kalimat tauhid tersebut, terdapat doa lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah untuk dibaca pada hari yang sama. Doa ini berisi permohonan cahaya hidayah dan perlindungan dari berbagai keburukan:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽูููŠ ุณูŽู…ู’ุนููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽูููŠ ุจูŽุตูŽุฑููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุดู’ุฑูŽุญู’ ู„ููŠ ุตูŽุฏู’ุฑููŠ ูˆูŽูŠูŽุณูู‘ุฑู’ ู„ููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู ุงู„ุตูŽู‘ุฏู’ุฑู ูˆูŽุดูŽุชูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑูุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ูŠูŽู„ูุฌู ูููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ูŠูŽู„ูุฌู ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ุชูŽู‡ูุจูู‘ ุจูู‡ู ุงู„ุฑูู‘ูŠูŽุงุญูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุจูŽูˆูŽุงุฆูู‚ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑู

"Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati yang buruk, dari kekacauan urusan, dan dari fitnah kubur. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang masuk pada malam hari, dari keburukan yang masuk pada siang hari, dari keburukan yang dibawa oleh hembusan angin, dan dari segala bencana serta malapetaka zaman."

Validitas dan Anjuran Pengamalan

Hadis mengenai dzikir tauhid ini juga terdokumentasi dalam berbagai kitab otoritatif seperti Ad-Duโ€˜aโ€™ karya ath-Thabrani, As-Sunan milik at-Tirmidzi, hingga Al-Muwaththaโ€™ karya Imam Malik. Sebagian ulama berpendapat bahwa kalimat tauhid tersebut sudah mencakup esensi doa meskipun berbentuk pujian.

Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menyebutkan bahwa sanad hadis dzikir Arafah ini berstatus hasan atau baik. Riwayat serupa dari Imam Ahmad bahkan didukung oleh para perawi yang dinilai tsiqah atau terpercaya.

Meski wukuf hanya dilakukan oleh jemaah haji, anjuran untuk menghidupkan Hari Arafah dengan doa ini berlaku bagi seluruh muslim di dunia. Setiap individu diharapkan mampu menghadirkan hati dengan penuh keyakinan dan harapan saat memohon ampunan kepada Sang Pencipta.

Artikel terkait

Rekomendasi