Platform investasi kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) bersinergi dengan Mensa Indonesia untuk meningkatkan literasi aset digital melalui sesi edukasi bertema The Future of Blockchain and Cryptocurrency di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang berfokus pada masa depan teknologi finansial ini diikuti oleh lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia. Dilansir dari Money, agenda tersebut turut dihadiri oleh Chairman Mensa Indonesia Satriadi Gunawan serta Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa.
Pihak Mensa Indonesia memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut karena dinilai mampu memberikan wawasan baru bagi komunitas intelektual mengenai potensi teknologi di balik aset digital.
"Kehadiran PINTU dalam acara ini memberikan perspektif baru bagi anggota kami. Kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap anggota dapat memahami aspek kripto dan blockchain, serta potensi ke depannya," ujar Satriadi Gunawan, Chairman Mensa Indonesia.
Mensa Indonesia sendiri merupakan organisasi bagi individu dengan IQ tinggi yang mengedepankan pertukaran ide dan kolaborasi pengetahuan. Dalam pertemuan ini, para anggota juga mendalami strategi investasi yang sesuai dengan dinamika pasar terkini.
Ari Budi Santosa menjelaskan bahwa pemahaman mengenai blockchain menjadi krusial di tengah pesatnya perkembangan ekosistem keuangan digital global.
"Topik The Future of Blockchain and Cryptocurrency semakin relevan, di mana kripto tidak lagi bisa dipersepsikan hanya sebatas trading, melainkan sebagai teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien," kata Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Specialist PINTU.
Selain mekanisme dasar, pembahasan juga menyentuh aspek tokenisasi aset yang memungkinkan instrumen dunia nyata seperti emas dan saham ditransformasikan menjadi token digital. Teknologi ini diprediksi meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas investasi secara fraksional.
"Salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem crypto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata, seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global. Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi lintas aset dengan cara yang lebih inklusif," jelas Ari Budi Santosa.
Data TRM Labs menunjukkan aktivitas retail kripto dunia menyentuh 79 miliar dollar AS pada kuartal I-2026. Di tingkat nasional, laporan Sensor Tower mencatat pertumbuhan sesi aplikasi kripto di Indonesia naik 54 persen secara tahunan.
Program edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pemahaman masyarakat mengenai risiko dan peluang di industri aset digital.
"Ke depan, kami berharap kolaborasi dengan Mensa Indonesia dapat terus berlanjut untuk memperluas literasi crypto di Indonesia. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak," tutup Ari Budi Santosa.