Elon Musk Ancam Petinggi OpenAI dalam Persidangan Kasus Investasi

Elon Musk Ancam Petinggi OpenAI dalam Persidangan Kasus Investasi

Miliarder Elon Musk dilaporkan mengirimkan pesan bernada ancaman kepada CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman di tengah proses persidangan yang sedang berlangsung. Dilansir dari Tekno, perselisihan hukum ini telah memasuki pekan kedua setelah dimulai dengan proses pemilihan juri pada awal pekan lalu.

Sengketa ini bermula dari gugatan Musk yang mengeklaim dirinya tertipu setelah menyumbangkan dana sekitar 45 juta dollar AS atau setara Rp 783 miliar. Musk berargumen bahwa kontribusi tersebut diberikan dengan komitmen bahwa OpenAI akan tetap menjadi organisasi nirlaba demi kepentingan umat manusia, bukan perusahaan profit.

Dalam dokumen pengadilan, terungkap bahwa Musk sempat bertanya kepada Brockman mengenai peluang untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Namun, ketika pihak OpenAI mengusulkan agar kedua belah pihak saling mencabut gugatan, Musk merespons dengan pernyataan yang sangat keras.

"orang yang paling dibenci di Amerika," ujar Elon Musk, Pendiri xAI.

Ancaman tersebut ditujukan kepada Altman dan Brockman jika mereka memilih untuk terus melanjutkan proses hukum. Tim pengacara OpenAI menilai pernyataan Musk tersebut sebagai bukti adanya motif tersembunyi serta bias personal untuk menyerang pesaing bisnisnya.

Pihak OpenAI memberikan pembelaan dengan menyebut bahwa Musk sebenarnya memiliki keinginan untuk menguasai perusahaan di masa lalu. Berdasarkan keterangan perusahaan, Musk sempat berencana menggabungkan OpenAI dengan Tesla serta menjabat sebagai CEO, namun rencana itu ditolak oleh jajaran direksi.

Setelah hengkang dari OpenAI, Musk mendirikan perusahaan pesaing bernama xAI pada 2023 yang kini telah diakuisisi oleh SpaceX. Sementara itu, OpenAI telah resmi bertransformasi menjadi perusahaan berbasis public benefit corporation (PBC) pada Oktober 2025 dengan struktur kepemilikan baru.

Dalam struktur tersebut, Microsoft memegang sekitar 27 persen saham, sedangkan OpenAI Foundation memiliki entitas dengan valuasi mencapai 130 miliar dollar AS. Secara keseluruhan, valuasi OpenAI dalam putaran pendanaan terbaru dilaporkan telah menembus angka 852 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14.845 triliun.

Persidangan sempat diwarnai perdebatan sengit antara Musk dan pengacara lawan saat ia memberikan kesaksian pada pekan lalu. Proses hukum yang membedah konflik internal para pionir kecerdasan buatan ini diperkirakan akan terus bergulir hingga pertengahan Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi