Elon Musk Benarkan Rumor Akuisisi Twitter Terkait Transisi Anaknya

Elon Musk Benarkan Rumor Akuisisi Twitter Terkait Transisi Anaknya

Miliarder Elon Musk membenarkan spekulasi bahwa keputusannya membeli platform Twitter dipicu oleh rasa kecewa terhadap transisi anaknya menjadi transgender, seperti dilansir dari Detik iNET pada Rabu (3/6/2026).

Langkah akuisisi senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp683 triliun yang dilakukan pada April 2022 tersebut, kini diakui Musk secara terbuka berkaitan dengan sang anak yang bernama Vivian Wilson.

Musk memberikan konfirmasi langsung saat menanggapi sebuah unggahan dari pengguna media sosial X bernama Syd Steyerhart yang membahas pengaruh Vivian terhadap pembelian platform tersebut.

"Kita tidak boleh lupa bahwa jika bukan karena Vivian, Elon Musk tidak akan pernah terlibat, tidak akan pernah membeli Twitter, Kamala Harris akan menjadi Presiden dan sayap kiri akan memiliki kendali instrumental total atas pembangunan Skynet," kata Syd Steyerhart dalam unggahannya.

Respons singkat segera diberikan oleh bos SpaceX tersebut untuk memvalidasi pernyataan sang pengguna.

"Benar," jawab Elon Musk.

Setelah memberikan jawaban singkat tersebut, Musk melanjutkan argumennya melalui sebuah cuitan tambahan terkait kondisi anaknya.

"dibunuh oleh virus pikiran woke, sekarang virus itu akan mati." tulis Elon Musk.

Sebelum pengakuan ini muncul, berbagai bukti mengenai motivasi Musk telah beredar, termasuk penangguhan akun satir sayap kanan Babylon Bee oleh Twitter pada Maret 2022 akibat konten sensitif mengenai Asisten Menteri Kesehatan AS Laksamana Rachel Levine.

CEO Babylon Bee, Seth Dillon, mengungkapkan bahwa Musk sempat menghubunginya secara langsung untuk membahas sanksi penangguhan akun tersebut.

Selain itu, dokumen persidangan Pengadilan Chancery Delaware juga mengungkap pesan teks dari mantan istri Musk, Talulah Riley, yang mendesaknya untuk mengambil alih Twitter demi melawan paham tertentu.

"Bisakah kamu membeli Twitter lalu menghapusnya, tolong!? Amerika menjadi GILA. Babylon Bee ditangguhkan itu gila," kata Talulah Riley.

Riley menilai media sosial saat ini sangat rentan dieksploitasi oleh kelompok radikal untuk melakukan rekayasa sosial dalam skala besar.

"Atau bisa Anda membeli Twitter dan menjadikannya platform yang benar-benar mendukung kebebasan berbicara? Jujur saja, saya pikir media sosial adalah momok kehidupan modern... Tetapi sangat mudah untuk dieksploitasi dan digunakan oleh kaum radikal untuk rekayasa sosial dalam skala besar. Dan hal ini menginfeksi dunia. Tolong lakukan sesuatu untuk melawan paham 'woke'," tambah Talulah Riley.

Pesan dari mantan istrinya tersebut kemudian mendapat tanggapan positif dari Musk yang menyatakan rencana untuk membeli perusahaan media sosial itu.

"Mungkin membelinya dan mengubahnya agar benar-benar mendukung kebebasan berbicara," balas Elon Musk.

Artikel terkait

Rekomendasi