Elon Musk memberikan donasi sperma kepada eksekutif Neuralink, Shivon Zilis, untuk prosedur bayi tabung (IVF) guna mendapatkan empat orang anak. Kerja sama ini dilakukan tanpa adanya ikatan emosional romantis pada awalnya, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Motivasi di balik tindakan miliarder tersebut berakar pada kekhawatiran pribadinya terhadap ancaman keruntuhan populasi manusia di masa depan. Zilis mengungkapkan bahwa keinginan kuatnya untuk menjadi ibu bertepatan dengan tawaran dari pendiri Tesla tersebut.
"Saya sangat ingin menjadi seorang ibu, dan Elon mengajukan tawaran sekitar waktu itu, dan saya menerimanya. Dia mendorong semua orang di sekitarnya saat itu untuk memiliki anak, dan dia menyadari bahwa saya belum punya anak. Dia menawarkan untuk mendonorkan sel telur," ujarnya Shivon Zilis, Eksekutif Neuralink.
Penegasan mengenai sifat hubungan profesional mereka diperkuat oleh kesaksian dari pihak internal organisasi terkait. Hal ini merujuk pada masa jabatan Zilis yang sempat berada di dua perusahaan yang dipimpin oleh Musk.
Eksekutif OpenAI, Greg Brockman, bersaksi bahwa dewan direksi mempercayai Zilis untuk menavigasi kepentingan yang saling bertentangan, percaya bahwa anak-anaknya dihasilkan dari pengaturan IVF yang murni platonis. Zilis sendiri mengaku tetap menjaga batasan profesional selama bekerja di Neuralink dan dewan direksi OpenAI.
Zilis menggambarkan kejadian itu dalam kesaksian sebagai "perpisahan setengah-setengah yang aneh".
Meskipun pada mulanya murni bersifat pengaturan medis, hubungan keduanya dilaporkan berkembang seiring berjalannya waktu. Penyaluran informasi rahasia antar perusahaan pun dibantah oleh Zilis meski kedekatan mereka meningkat pasca kelahiran anak-anak tersebut.
Ambisi Musk untuk memperbanyak keturunan tidak hanya terbatas di bumi, namun juga berkaitan dengan visinya di luar angkasa. Pemilik platform X ini bahkan telah menawarkan spermanya untuk mendukung proyek kolonisasi di Mars.
Target besar Musk adalah membangun kota mandiri berpenduduk satu juta orang di Planet Merah dalam kurun waktu 20 tahun. Saat ini, NASA memproyeksikan pendaratan manusia di Mars baru akan terealisasi pada dekade 2030-an atau 2040-an.