Elon Musk menjadi sosok yang paling mencuri perhatian di antara delegasi eksekutif Amerika Serikat saat mendampingi Presiden Donald Trump dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Beijing pada Jumat (15/5/2026). Dilansir dari Detik iNET, sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dunia seperti Tim Cook dari Apple hingga Lei Jun dari Xiaomi terlihat mendekati bos Tesla tersebut untuk berfoto bersama.
Musk tergabung dalam kelompok yang terdiri dari belasan CEO top, termasuk Jensen Huang dari Nvidia, yang ikut serta dalam kunjungan kenegaraan tersebut. Fokus utama para delegasi ini adalah untuk mencari solusi atas berbagai hambatan bisnis yang mereka hadapi dengan pemerintah China di Balai Besar Rakyat.
Setelah mengikuti upacara penyambutan resmi di hadapan kabinet Trump dan delegasi lainnya pada hari Kamis, Musk sempat memberikan pernyataan singkat kepada awak media mengenai tujuannya di Negeri Tirai Bambu tersebut.
"ia ingin mencapai banyak hal baik di China." tutur Musk, CEO Tesla dan SpaceX.
Momen menarik terjadi pada malam harinya sebelum jamuan makan malam kenegaraan dimulai, ketika CEO Xiaomi Lei Jun menghampiri Musk untuk berswafoto. Lei Jun diketahui merupakan pengagum lama karya-karya Musk dan termasuk salah satu pemilik pertama sedan Tesla Model S di China.
Selain Lei Jun, bos Apple Tim Cook juga terlihat berinteraksi dengan Musk. Dalam sebuah foto yang beredar, Tim Cook berdiri di samping Musk yang sedang duduk sembari memberikan gestur dua jempol ke arah kamera.
Pengaruh Tesla di China tetap dianggap signifikan meskipun perusahaan tersebut menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik domestik. Kyle Chan, seorang peneliti teknologi China di Brookings Institution, menilai bahwa kepentingan bisnis Musk memiliki keselarasan dengan visi teknologi pemerintah setempat.
"Ketika Anda melihat prioritas teknologi Beijing, banyak di antaranya hampir selaras sempurna dengan prioritas Elon Musk," tutur Chan, Peneliti Teknologi Brookings Institution.
Chan juga menyoroti keunggulan teknologi otomasi Tesla yang masih menjadi acuan utama bagi pengembang di China, mencakup sektor kecerdasan buatan, robot humanoid, hingga satelit dan antarmuka otak-komputer.
"Teknologi pengemudi otomatis Tesla masih dianggap sebagai standar industri di Negeri Tirai Bambu itu," ujar Chan.
Operasional bisnis Musk di China sendiri tidak lepas dari tantangan regulasi dan keamanan selama beberapa tahun terakhir. Pada 2021, Tesla sempat dilarang memasuki fasilitas militer karena isu keamanan kamera, namun larangan tersebut akhirnya dicabut setelah Musk melakukan kunjungan khusus pada 2024 untuk memastikan kepatuhan data perusahaan.