Miliarder Elon Musk menghadiri persidangan pada Selasa (5/5/2026) untuk memberikan kesaksian dalam gugatannya terhadap CEO OpenAI, Sam Altman. Dilansir dari Detik iNET, Musk menuding Altman telah mengkhianati perjanjian awal dengan mengubah status OpenAI menjadi entitas yang mengejar keuntungan.
Ketegangan mewarnai jalannya pemeriksaan silang ketika Hakim Ketua Yvonne Gonzalez Rogers berulang kali menegur Musk karena memberikan jawaban di luar topik. Hakim Rogers secara tegas melarang pendiri SpaceX tersebut untuk terus membahas spekulasi mengenai dampak buruk atau kiamat kecerdasan buatan (AI) di dalam ruang sidang.
Hakim Rogers juga menetapkan protokol ketat dengan memulai sidang tepat pukul 08.30 hingga batas waktu pukul 14.00 demi menghormati juri. Sejak hari kedua, para pengacara diinstruksikan untuk merinci durasi pemeriksaan setiap saksi serta pernyataan penutup mereka secara presisi.
Insiden adu mulut sempat terjadi pada hari Kamis saat Musk menyela pertanyaan pengacara dengan menyebutnya sebagai teknik mengarahkan. Hakim Rogers langsung memperingatkan Musk bahwa posisinya di persidangan tersebut bukanlah sebagai praktisi hukum.
"Ya, saya bukan pengacara. Saya memang mengambil mata kuliah Hukum 101, secara teknis," kilah Musk.
Pernyataan bernada pembelaan diri dari Musk tersebut segera ditanggapi dengan tegas oleh Hakim Ketua yang memimpin jalannya persidangan kasus profil tinggi ini.
"Anda tidak memiliki pernyataan tentang hukum, setidaknya tidak di pengadilan ini," jawab Rogers.
Persidangan yang membetot perhatian publik ini memicu konsentrasi massa di halaman gedung pengadilan sejak hari pertama. Para pengunjuk rasa anti-AI tampak hadir mengenakan kostum robot dengan rantai di leher sebagai bentuk protes terhadap perkembangan teknologi tersebut.
Beberapa demonstran lainnya bahkan membawa poster dan potongan gambar Musk dalam ukuran asli sebagai bagian dari aksi mereka. Laporan dari Business Insider mendeskripsikan suasana di sekitar lokasi persidangan menyerupai perayaan Halloween pada bulan April.