Kiper Cremonese Emil Audero berhasil mengamankan kemenangan timnya atas tuan rumah Udinese dalam laga pekan ke-37 Liga Italia di Stadion Bluenergy pada Minggu (17/5/2026). Penyelamatan gemilang penjaga gawang tersebut memastikan tiga poin krusial bagi tim tamu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Cremonese setelah Jamie Vardy mencetak gol tunggal. Meski tidak banyak menghadapi ancaman sepanjang laga dengan catatan dua penyelamatan, aksi Audero pada masa cedera babak kedua menjadi penentu kemenangan.
Audero melakukan penyelamatan terbang menggunakan tangan kanan untuk menghalau tembakan jarak jauh Oumar Solet yang mengarah ke pojok kanan atas gawang. Aksi tersebut menggagalkan peluang emas Udinese dan hanya menghasilkan tendangan sudut bagi tuan rumah.
Sejumlah media olahraga Italia memberikan apresiasi tinggi terhadap performa penjaga gawang kelahiran Mataram tersebut. Media Tuttomercatoweb memberikan nilai rating 6,5 atas kontribusi signifikannya di akhir pertandingan.
"Dalam pertandingan yang minim peluang, penyelamatannya terhadap tendangan Oumar Solet di awal waktu tambahan sangat berpengaruh," tulis Tuttomercatoweb.
Pujian serupa datang dari media lokal Cremona Sport yang memberikan nilai 7 untuk penampilan sang kiper. Penyelamatan di detik-detik akhir pertandingan tersebut dinilai menjadi momen paling krusial dalam mengamankan keunggulan Cremonese.
"Penyelamatan terhadap Solet di menit-menit akhir sangat krusial," tulis Cremona Sport.
Sementara itu, media Cuore Grigiorosso menyoroti ketangguhan Audero yang memberikan rasa aman di lini pertahanan, terutama dalam mengantisipasi situasi bola-bola udara sepanjang pertandingan berlangsung.
"Pada babak pertama ia tidak perlu melakukan banyak hal, sundulan (Keinan) Davis lemah dan mengarah tepat ke tengah."
Cuore Grigiorosso juga menambahkan analisis mengenai jalannya pertandingan pada babak kedua ketika Udinese meningkatkan intensitas serangan.
"Pada babak kedua Udinese menyerang tetapi tanpa melepaskan tembakan ke arah gawang."
Evaluasi performa Audero ditutup dengan ulasan mengenai aksi penyelamatan akrobatisnya menjelang peluit panjang ditiupkan.
"Hingga menit ke-90, ketika ia harus terbang untuk menepis tendangan melengkung kaki kanan Solet ke sepak pojok."
Media tersebut menegaskan bahwa performa impresif sang penjaga gawang tidak hanya terbatas pada tembakan jarak jauh, tetapi juga dalam penguasaan area penalti.
"Ia juga tampil baik saat mengantisipasi bola-bola udara," tulis Cuore Grigiorosso.