Fenomena Mikro Bulan Bunga Hiasi Langit Malam Awal Mei

Fenomena Mikro Bulan Bunga Hiasi Langit Malam Awal Mei

Fenomena bulan purnama Mei yang dikenal sebagai Bulan Bunga menerangi langit malam sejak matahari terbenam pada 1 Mei 2026. Peristiwa astronomi ini terjadi saat satelit alami Bumi tersebut mencapai titik terjauh dalam orbit elipsnya sehingga tampak sebagai mikro bulan.

Puncak iluminasi penuh terjadi pada pukul 13.23 EDT atau 17.23 GMT sebagaimana dilansir dari Teknologi melalui laporan Space.com. Meskipun waktu terbit dan terbenam bervariasi sesuai lokasi geografis, cakram bulan tetap terlihat sepenuhnya karena posisi yang berlawanan dengan matahari.

Observatorium Las Cumbres mencatat bahwa ukuran bulan kali ini tampak sedikit lebih kecil dibandingkan rata-rata. Satelit tersebut memiliki rentang 29,72 menit busur, sementara ukuran rata-ratanya biasanya mencapai 31 menit busur di langit malam.

Secara visual, bulan sering kali menampakkan rona kuning-oranye yang khas saat berada di posisi rendah pada cakrawala. Hal ini disebabkan oleh proses hamburan Rayleigh, di mana sinar matahari yang dipantulkan harus melewati bagian terpadat dari atmosfer Bumi.

Pengamat dapat melihat bintang Spica dan Arcturus bersinar di atas cahaya bulan setelah matahari terbenam. Di sisi barat, planet Venus dan Jupiter turut menghiasi langit, sementara bintang Castor dan Pollux muncul lebih tinggi di konstelasi Gemini.

Bulan menempuh jalur melengkung di atas cakrawala selatan sepanjang malam sebelum akhirnya terbenam di arah barat daya pada fajar tanggal 2 Mei. Siklus bulan ini umumnya memakan waktu sekitar 29,5 hari untuk melewati empat fase utama.

Penyesuaian waktu bulan purnama menyebabkan munculnya 13 bulan purnama dalam satu tahun kalender setiap 2,5 tahun sekali. Kejadian ini menghasilkan fenomena dua bulan purnama dalam satu bulan, di mana bulan kedua secara tradisional dijuluki sebagai Bulan Biru.

"Bulan Bunga" ujar para astronom sebagai istilah tradisional untuk purnama Mei yang mengacu pada musim berkembangnya bunga di belahan bumi utara. Sebutan Bulan Biru juga terkadang disematkan pada bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat kali fase purnama.

Artikel terkait

Rekomendasi