Gedung Putih resmi merilis situs Aliens.gov yang sempat mengecoh banyak penggemar UFO dan teori konspirasi. Dilansir dari Detik iNET, platform ini sama sekali tidak mengulas kehidupan makhluk luar angkasa, melainkan menjadi bagian dari kampanye penanganan imigran ilegal.
Situs tersebut mengadopsi gaya visual fiksi ilmiah dengan teks berjalan ala Star Wars serta latar belakang galaksi. Penggunaan istilah "alien" di dalamnya merujuk pada regulasi hukum imigrasi Amerika Serikat untuk menyebut warga negara asing.
"Mereka hidup di antara kita," demikian bunyi kalimat pembuka yang ditampilkan di situs tersebut.Aliens.gov berfungsi sebagai dashboard interaktif yang menyajikan statistik penegakan hukum imigrasi. Data yang ditampilkan mencakup jumlah pertemuan aparat dengan imigran ilegal, angka penangkapan, hingga proses deportasi.
Situs ini juga memuat klaim terkait peran Presiden Donald Trump dalam memperingatkan dampak imigrasi ilegal. Selain angka statistik, pengunjung dapat mengakses peta panas interaktif yang terintegrasi dengan data Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Fitur peta tersebut mempermudah pelacakan wilayah penangkapan berdasarkan kota atau negara bagian tertentu. Informasi mengenai negara asal imigran yang ditahan serta tuntutan pidana terkait juga turut dipaparkan.
Masyarakat dapat memanfaatkan tautan langsung menuju formulir pelaporan milik ICE melalui situs ini. Fasilitas tersebut disediakan untuk melaporkan individu yang dicurigai berada di wilayah Amerika Serikat tanpa izin resmi.
Spekulasi Sebelum Peluncuran
Sebelum resmi aktif, domain Alien.gov dan Aliens.gov sempat memicu perbincangan hangat di kalangan komunitas pencinta UFO. Dugaan mengenai pengungkapan dokumen rahasia negara menguat setelah akun resmi Gedung Putih mengunggah video cuplikan misterius.
Video singkat tersebut menampilkan lampu sorot yang mengarah pada pola lingkaran tanaman atau crop circle dengan teks "Loading". Setelah situs dapat diakses, publik baru menyadari bahwa konsep yang diangkat merupakan pesan politik.
Pemanfaatan tema budaya populer ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Langkah ini menjadi strategi komunikasi pemerintah Amerika Serikat dalam menyampaikan kebijakan imigrasi nasional.