Gelar Juara Leo/Daniel Dongkrak Motivasi Ganda Putra PBSI

Gelar Juara Leo/Daniel Dongkrak Motivasi Ganda Putra PBSI

Keberhasilan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjuarai turnamen Thailand Open 2026 pada Minggu (17/5) langsung mendongkrak motivasi sekaligus memperketat atmosfer persaingan para penghuni Pelatnas PBSI, seperti dilansir dari Detik Sport.

Turnamen sirkuit BWF Super 500 tersebut menjadi panggung debut kembalinya Leo/Daniel setelah sempat dipisahkan sejak Juni 2024 pasca-turnamen Indonesia Open. Pasangan berjuluk The Babies ini langsung dipersiapkan oleh tim pelatih menuju Olimpiade 2028 bersama sejumlah pasangan lainnya.

Pemain ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh mantan rekan duetnya tersebut dalam laga debut comeback mereka.

"Saya sangat bangga sekali dengan comeback-nya dia (Daniel Marthin), permainannya sangat bagus sekali dan bisa juara," kata Fikri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).

Menurut penuturan Fikri, pelatih ganda putra PBSI Antonius Budi Ariantho telah mengumumkan bahwa dirinya yang berpasangan dengan Fajar Alfian masuk dalam daftar program persiapan menuju Olimpiade bersama dengan Leo/Daniel serta duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

"Ya saya bersyukur Koh Anton bilang saya dan Fajar terpilih untuk race Olimpiade. Karena walaupun kami bersaing secara positif, tapi ya mereka semua teman saya, dan kami ingin berjuang sama-sama lah untuk ganda putra juga," tutur Fikri.

Fikri menegaskan bahwa kehadiran rivalitas internal yang baru ini dipandang sebagai bentuk motivasi demi kemajuan bersama di sektor ganda putra nasional.

"Bukan untuk dalam artian kita saling senggol gitu, enggak. Tapi saling bergantian untuk juara," lanjut Fikri.

Pernyataan senada disampaikan oleh Fajar Alfian yang menilai bahwa atmosfer kompetisi di dalam pelatnas kini menjadi jauh lebih ketat setelah kompetitor mereka naik podium tertinggi di Thailand.

"Apalagi Leo/Daniel dan kemarin juara, pasti menambah juga motivasi buat pasangan-pasangan lainnya. Semakin termotivasi untuk tidak mau kalah. Tapi dalam artian positif," ujar Fajar.

Ketegangan kompetisi internal dipastikan akan terus meningkat mengingat para atlet juga harus memperebutkan tiket terbatas untuk mewakili Indonesia dalam ajang olahraga multi-cabang regional dalam beberapa bulan ke depan.

"Selain itu, di bulan September juga ada Asian Games, dan itu dipilih dua pasang. Pasti persaingan makin ketat saja."

Persaingan perebutan tempat di tim nasional dinilai akan semakin sengit karena jajaran pelatih pelatnas juga harus memperhitungkan kekuatan pasangan profesional yang berada di luar struktur organisasi formal.

"Ada juga Sabar/Reza yang di luar Pelatnas. Jadi mungkin persaingan ganda putra untuk memperebutkan tiket ke Asian Games khususnya makin solid saja," tegas juara China Open 2025 itu.

Artikel terkait