Peneliti Georgia Tech Kembangkan Memori Flash NAND Tahan Radiasi Ekstrem

Peneliti Georgia Tech Kembangkan Memori Flash NAND Tahan Radiasi Ekstrem

Para peneliti dari Georgia Institute of Technology mempresentasikan memori flash NAND ferroelektrik baru yang mampu bertahan terhadap radiasi ekstrem hingga 1 juta rad pada Senin (18/5/2026). Teknologi ini dirancang untuk mengatasi kegagalan memori elektronik konvensional yang biasanya rusak di orbit rendah bumi setelah terpapar radiasi sebesar 30.000 rad.

Dilansir dari en.clickpetroleoegas.com.br berdasarkan studi di jurnal Nano Letters, inovasi ini menembus batas ruang penyimpanan praktis yang dibutuhkan oleh misi NASA melintasi Jupiter, seperti Europa Clipper. Pengembangan teknologi mutakhir ini dipimpin oleh Asif Khan selaku profesor di School of Electrical and Computer Engineering Georgia Tech bersama mahasiswa doktoral Lance Fernandes.

Memori NAND flash konvensional menyimpan data sebagai muatan listrik yang terperangkap dalam transistor, sehingga partikel bermuatan dari luar angkasa dapat menghapus muatan tersebut dan mengubah bit yang direkam. Sebaliknya, memori ferroelektrik buatan Georgia Tech menggunakan material hafnium oxide yang menyimpan data sebagai polarisasi pada tingkat atom dengan elektron yang terpaku pada posisi struktural material.

Metode polarisasi tersebut membuat memori ini resisten terhadap radiasi langsung dan tetap mempertahankan pembacaan chip yang benar meskipun dihujani partikel pengion hingga 1 million rad dalam pengujian sinar gamma. Karakteristik ini membuat performa chip melampaui 10 kali lipat dari standar komersial terbaik yang saat ini tersertifikasi untuk misi luar angkasa.

Material hafnium oxide yang digunakan memiliki ketebalan tipis sebesar 10 nanometer dan telah diintegrasikan ke dalam proses manufaktur chip komersial sejak tahun 2007. Selain itu, arsitektur memori ini dapat diadaptasi ke dalam struktur tiga dimensi seperti teknologi 3D NAND yang dominan digunakan pada SSD saat ini.

Kebutuhan terhadap memori tangguh ini sangat krusial mengingat data teknik NASA menunjukkan satelit di orbit rendah bumi mengumpulkan 5.000 hingga 30.000 rad selama masa pakainya, sementara satelit geostasioner menerima 100.000 hingga 300.000 rad. Wahana Europa Clipper yang diluncurkan menuju bulan Jupiter pada Oktober 2024 harus beroperasi di atas 1 juta rad karena sabuk radiasi kuat planet tersebut.

Sebelum adanya inovasi ini, industri elektronik luar angkasa mengandalkan tiga strategi konvensional yaitu pelindung fisik ruang aluminium sebal tebal 6,5 milimeter, penggunaan memori SLC NAND Micron M73A yang dipra-kualifikasi, serta sistem redundansi tiga modular. Namun, ketiga strategi tersebut memiliki batasan karena meningkatkan berat, melipatgandakan anggaran biaya peluncuran, dan tidak mencakup rezim radiasi di atas 300.000 rad.

Proyek riset independen ini juga melibatkan kolaborasi teknis dari NaMLab di Jerman sebagai pelopor penggunaan ferroelektrik hafnium oxide serta NASA Goddard Space Flight Center yang ahli dalam kualifikasi elektronik luar angkasa. Lance Fernandes bertindak mengoordinasikan pengujian sinar gamma di akselerator universitas untuk memastikan validitas data penelitian tersebut.

Di tempat terpisah, arsip kota Florence dan Fondazione CR Firenze meluncurkan program RI-EMERGERE 1966–2026 yang mengajak warga mengumpulkan memori personal mengenai banjir besar Florence tahun 1966. Pendaftaran partisipasi dibuka hingga 31 Mei 2026 untuk lokakarya wawancara audio visual bersama Studio Azzurro dan ekspresi fisik bersama Company Blu yang hasilnya dipamerkan pada November 2026.

Sementara itu, sekelompok anggota Sporting Memories dari Dunbar dan North Berwick juga melakukan perjalanan kunjungan menuju markas klub sepak bola Newcastle United di St James Park.

Artikel terkait

Rekomendasi