Google Rilis Gemini Intelligence dengan Syarat Spesifikasi Tinggi

Google Rilis Gemini Intelligence dengan Syarat Spesifikasi Tinggi

Google mengumumkan kehadiran branding baru untuk lini fitur kecerdasan buatan (AI) milik mereka yang dinamakan Gemini Intelligence. Langkah ini dilansir dari Detik iNET yang merangkum laporan PhoneArena pada Senin (18/5/2026).

Kehadiran fitur ini menjanjikan kemampuan tingkat tinggi untuk perangkat premium. Meski demikian, Google menerapkan standar spesifikasi perangkat keras dan lunak yang sangat ketat bagi pengguna.

Catatan kaki pada halaman web Gemini Intelligence mengungkapkan sejumlah kriteria berat yang harus dipenuhi oleh smartphone Android. Perangkat tersebut diwajibkan menggunakan chipset kelas flagship.

Kapasitas RAM minimum yang ditetapkan oleh Google adalah sebesar 12GB. Selain itu, smartphone harus mendukung komponen AI Core serta Gemini Nano v3 atau versi yang lebih tinggi.

Produten ponsel juga dibebani jaminan pembaruan yang meliputi minimal 5 kali peningkatan OS Android. Ditambah lagi dengan kewajiban menyediakan 6 tahun pembaruan keamanan yang dirilis secara kuartalan.

Aspek stabilitas perangkat turut menjadi poin penentu kelayakan. Standar kualitas tertentu yang berkaitan dengan tingkat crash sistem harus dipenuhi agar fitur AI ini dapat berjalan lancar.

Halaman developer Google menunjukkan bahwa kewajiban dukungan Nano v3 saat ini sebagian besar mengarah pada ponsel rilisan akhir 2025 dan tahun 2026. Hal ini membuat daftar perangkat yang kompatibel menjadi sangat pendek.

Beberapa seri ponsel yang dipastikan masuk dalam radar dukungan ini adalah seri Samsung Galaxy S26 dan seri Pixel 10. Sebaliknya, gawai premium yang lebih tua seperti Galaxy Z Fold 7 dan Pixel 9 tampak belum masuk kriteria.

Namun, halaman pengembang saat ini masih fokus merujuk pada pembaruan API dan bukan ketersediaan model Nano v3 secara mandiri. Kondisi tersebut membuka peluang hadirnya fitur ini lewat pembaruan OS mendatang.

Ketentuan mutlak mengenai RAM minimum 12GB secara tidak langsung menepis rumor terkait Google Pixel 11. Sebelumnya beredar kabar bahwa varian dasar Pixel 11 akan memangkas kapasitas RAM menjadi 8GB demi menekan harga.

Apabila bocoran pemotongan RAM itu terbukti, hal tersebut dinilai tidak selaras dengan strategi Google. Varian dasar flagship milik Google nantinya justru tidak akan mampu mengoperasikan sistem Gemini Intelligence milik mereka sendiri.

Google sendiri sudah memiliki lini seri-A yang khusus dialokasikan untuk menyasar segmen pasar kelas menengah. Ketentuan baru dari Gemini ini memperkuat indikasi bahwa kabar pemangkasan RAM pada Pixel 11 tidak tepat.

Sistem baru ini membawa konsep perubahan fungsi smartphone dari sekadar sistem operasi konvensional menjadi sistem intelijen. Perubahan tersebut diwujudkan melalui sejumlah fitur fungsional terbaru.

Fitur pertama dinamakan Rambler, yang memiliki kemampuan merapikan dikte suara berantakan menjadi teks tertulis terstruktur. Fitur ini tetap bekerja optimal walau pengguna berbicara dengan mencampuradukkan bahasa.

Selanjutnya terdapat fitur Isi Formulir Cerdas yang membuat kecerdasan buatan mampu membaca informasi langsung dari dokumentasi foto. AI dapat memindai foto paspor di galeri untuk otomatis mengisi detail penerbangan.

Fitur ketiga adalah Vibe Code yang memberikan kemampuan untuk memproduksi widget kustom secara instan. Pembuatan widget ini akan disesuaikan dengan kebutuhan informasi atau fitur spesifik dari pengguna gawai.

Rangkaian fitur mutakhir dalam Gemini Intelligence dijadwalkan meluncur perdana untuk perangkat Samsung Galaxy serta Pixel pada akhir tahun 2026. Fitur ini diprediksi muncul bersamaan dengan rilis Samsung Galaxy Z Fold 8.

Artikel terkait

Rekomendasi