Google Siapkan Googlebook Sebagai Kategori Laptop Premium Berbasis AI

Google Siapkan Googlebook Sebagai Kategori Laptop Premium Berbasis AI

Raksasa teknologi Google resmi memperkenalkan Googlebook pada Selasa (12/5/2026) sebagai evolusi terbaru komputasi laptop yang mengintegrasikan sistem operasi Android, ChromeOS, dan kecerdasan buatan Gemini secara mendalam. Perangkat premium ini dirancang sebagai sistem inteligensi yang mampu menjalankan aplikasi Android secara asli tanpa emulasi untuk meningkatkan performa pengguna.

Wakil Presiden Google, John Maletis, mengonfirmasi bahwa Googlebook bukan sekadar penamaan ulang dari Chromebook, melainkan kategori perangkat baru yang dioptimalkan untuk faktor bentuk laptop. Google menetapkan standar perangkat keras yang ketat bagi mitra produsen seperti Lenovo, Acer, ASUS, HP, dan Dell guna memastikan pengalaman pengguna yang konsisten.

Fokus utama dari platform ini adalah penyatuan tumpukan teknologi Android dengan peramban Chrome dan portofolio Play Store. Maletis menekankan bahwa kecerdasan buatan tidak lagi menjadi fitur tambahan, melainkan bagian inti dari fondasi sistem operasi tersebut.

"We talk about this evolution of an operating system to an intelligence system," jelas John Maletis, Wakil Presiden Google.

Beliau juga menambahkan bahwa integrasi AI tersebut bertujuan untuk membawa kecerdasan buatan langsung ke dalam inti sistem operasi. Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah "Magic Pointer" berbasis Gemini yang mengubah cara interaksi perangkat keras konvensional.

"Let’s not have AI be a bolt-on… let’s see how we can bring AI into the core of the operating system," tutur John Maletis, Wakil Presiden Google.

Dari sisi desain, Google menghidupkan kembali fitur ikonik Glow Bar yang sebelumnya ada pada Chromebook Pixel. Lampu LED ini akan menjadi ciri khas setiap Googlebook dan memiliki fungsi visual yang meniru alur kerja pengguna pada perangkat keras tersebut.

"It was such a well-received and well-loved facet of the product," kata John Maletis, Wakil Presiden Google.

Maletis meyakini fitur ini akan menonjol dan memberikan efek pencahayaan perangkat keras yang selaras dengan aktivitas yang sedang dilakukan pengguna.

"I think it’s going to stand out quite a bit… and it’ll have some functionality to it that I think will be really cool, more of like a hardware light effect that is mimicking some of the workflows that you’re doing," ujar John Maletis, Wakil Presiden Google.

Mengenai spesifikasi internal, Intel dan Qualcomm telah mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam memproduksi prosesor untuk jajaran Googlebook melalui unggahan di media sosial. Selain kedua perusahaan tersebut, Google juga memastikan penggunaan cip dari MediaTek untuk mendukung fleksibilitas arsitektur baik x86 maupun Arm.

Kerja sama ini memungkinkan ekosistem aplikasi Android berjalan lebih stabil dan cepat. Maletis menyatakan bahwa hambatan emulasi yang selama ini terjadi pada ChromeOS telah dihilangkan sehingga integrasi dengan ponsel Android menjadi jauh lebih mulus.

"We now have an ability to run truly native Android applications, not emulated," ucap John Maletis, Wakil Presiden Google.

Dengan kemampuan menjalankan aplikasi secara asli, Maletis mengklaim performa aplikasi pada perangkat baru ini akan sangat luar biasa bagi pengguna.

"So performance of these apps is incredible," tegas John Maletis, Wakil Presiden Google.

Terkait nasib perangkat lama, Google menjamin dukungan untuk ChromeOS akan tetap berlanjut dengan komitmen pembaruan hingga 10 tahun atau hingga 2034. Google juga berencana menyediakan jalur migrasi melalui pembaruan firmware bagi beberapa perangkat Chromebook lama agar bisa meningkatkan sistem ke versi Googlebook.

Lini produk Googlebook pertama dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun 2024 dengan fokus pada pasar premium sebelum merambah ke segmen harga yang lebih terjangkau. John Maletis menutup sesi wawancara dengan Chrome Unboxed menggunakan perangkat Googlebook untuk menunjukkan kesiapan platform tersebut secara langsung.

Artikel terkait

Rekomendasi