Presiden OpenAI Greg Brockman membeberkan kronologi pertemuan panas pada tahun 2017 dengan Elon Musk terkait upaya sang triliuner mengambil kendali perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Kesaksian ini disampaikan dalam persidangan di pengadilan federal Oakland pada minggu kedua Mei 2026, dilansir dari Detik iNET.
Brockman menyebutkan bahwa ketegangan memuncak saat ia menolak usulan agar Musk mendapatkan otoritas lebih besar di perusahaan pencipta ChatGPT. Penolakan tersebut memicu perubahan suasana hati yang drastis dari Musk di tengah proses transisi organisasi menjadi entitas bisnis.
"I really thought he was going to hit me," ujar Brockman, merujuk pada Musk, dikutip detikINET dari BBC.
Sesaat setelah insiden tersebut, Musk memutuskan untuk menghentikan aliran dana bagi OpenAI yang telah didukungnya sejak berdiri tahun 2015. Perselisihan ini menjadi bagian dari gugatan hukum Musk terhadap Sam Altman dan para pendiri lainnya setelah OpenAI bertransformasi menjadi perusahaan bernilai tinggi.
Sebelum memutuskan hengkang, Musk dituding mencoba mengambil hati para petinggi demi memperkuat posisinya. Kuasa hukum OpenAI menunjukkan bukti berupa pesan teks yang dikirimkan oleh pendiri lainnya, Ilya Sutskever, kepada Brockman pada Agustus 2017.
"Apakah sebuah (mobil Tesla) Model 3 akan membuatmu rela menerima persyaratan yang sangat merugikan?" tanya Sutskever dalam pesan tersebut.
Brockman menegaskan bahwa Musk sebenarnya mengetahui rencana perubahan status OpenAI dari organisasi nirlaba menjadi bisnis yang berorientasi laba. Perusahaan kemudian membentuk divisi profit untuk menggalang investasi miliaran dolar sebelum akhirnya menjadikan sektor tersebut sebagai fokus utama operasional pada tahun lalu.