Guru Nikahi Mantan Murid Usai Terpisah Selama Sembilan Tahun

Guru Nikahi Mantan Murid Usai Terpisah Selama Sembilan Tahun

Seorang tenaga pendidik perempuan resmi menikah dengan mantan siswa laki-lakinya pada 1 Februari 2026 setelah keduanya sempat terpisah selama sembilan tahun. Pernikahan yang melibatkan pasangan dengan selisih usia mencapai 17 tahun ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diunggah oleh akun fluffywie25.

Pasangan tersebut baru bertemu kembali pada Oktober 2025 sebelum akhirnya memutuskan untuk melangsungkan pertunangan pada November 2025. Dilansir dari Suara, momen kebersamaan mereka memicu beragam reaksi netizen terkait dinamika hubungan antara guru dan murid di masa lalu.

Pengunggah konten yang merupakan sang guru tersebut membagikan perasaannya mengenai perjalanan hidup yang ia anggap menyerupai cerita fiksi. Ia merefleksikan bagaimana status hubungan mereka telah bertransformasi sepenuhnya dari lingkungan sekolah ke jenjang rumah tangga.

"Dulu murid sekarang jadi suami. Kirain cuma ada di wattpad ternyata kisah hidupku," tulis sang guru dalam unggahannya.

Meskipun terdapat perbedaan usia yang sangat signifikan, perempuan tersebut menyatakan kesanggupannya untuk menyelaraskan diri dengan pasangannya. Ia menegaskan komitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan tersebut tanpa memandang angka usia.

"Beda 17 tahun nggak masalah, tak imbangi," tegas sang guru.

Ia juga menyadari bahwa interaksi kedekatan dengan suaminya sudah terjalin sejak masa sekolah melalui arsip foto lama. Dokumentasi tersebut memperlihatkan sang murid sering berada di posisi yang berdekatan dengan gurunya saat itu.

"Baru sadar sekarang kalau di tiap foto selalu dekat," ungkap sang guru.

Guru tersebut menceritakan salah satu memori saat dirinya masih mengajar di sekolah. Ia mengisahkan sikap protektif yang ditunjukkan oleh muridnya tersebut ketika mereka masih berada dalam lingkungan pendidikan formal.

"Kenapa dekat terus," tulis sang guru mengingat pertanyaannya dahulu.

Respons spontan diberikan oleh sang murid yang saat ini telah menjadi suaminya untuk menjelaskan perilakunya di masa sekolah. Jawaban tersebut menunjukkan adanya rasa tidak suka jika sang guru berinteraksi dengan orang lain.

"Nggak suka ibu dekat sama yang lain," tulis pria tersebut sebagaimana dibagikan dalam unggahan.

Fenomena ini memicu diskusi publik mengenai etika hubungan pendidik dan peserta didik, termasuk munculnya tudingan mengenai praktik pendewasaan dini yang dimanipulasi. Sebagian netizen menyatakan ketidaknyamanan mereka terhadap normalisasi hubungan semacam ini.

"Jangan dinormalisasi dengan kata udah jodohnya, jujur geli bgt sih," tulis salah satu komentar netizen.

Pertanyaan terkait aspek moral dan perlindungan anak juga dilontarkan oleh pengguna media sosial lainnya. Kekhawatiran mengenai latar belakang hubungan yang dimulai sejak usia sekolah menjadi poin utama kritik.

"child grooming bukan sih?" tulis komentar netizen lainnya.

Di sisi lain, terdapat pula pihak yang memberikan pembelaan dengan alasan bahwa hubungan romantis baru dimulai secara sah saat kedua pihak sudah dewasa. Pendapat ini menekankan pada waktu dimulainya komitmen asmara yang terjadi di luar institusi sekolah.

"Grooming kalo dipacarin sejak sekolah," tulis seorang netizen dalam kolom komentar.

Dukungan juga datang dari netizen yang menyoroti legalitas pernikahan dibandingkan dengan perilaku negatif lainnya. Mereka meminta publik untuk tidak menghakimi pilihan hidup pasangan tersebut selama dilakukan sesuai norma hukum.

"Ada yang bilang, aneh.. kok guru nikah sama murid? Kok beda 17 tahun mau? Kok lakinya lebih muda dan perempuan lebih tua mau? WOOI..!! mereka nikah yaa, bukan selingkuh or kumpulkebo..." tulis netizen membela pasangan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi