Riset Anthropic Ungkap Profesi Guru Lebih Sulit Digantikan AI Dibanding Programmer

Riset Anthropic Ungkap Profesi Guru Lebih Sulit Digantikan AI Dibanding Programmer

Kecanggihan Kecerdasan Buatan (AI) dalam menyelesaikan berbagai tugas secara otomatis sering memicu kekhawatiran mengenai masa depan lapangan kerja manusia. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa tingkat kerentanan setiap profesi terhadap teknologi ini sangat bervariasi.

Dikutip dari Tekno, laporan bertajuk "Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence" dari peneliti Anthropic mengungkapkan temuan menarik. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa profesi guru justru lebih sulit digantikan oleh AI dibandingkan dengan programmer.

Meskipun dunia pendidikan saat ini sudah mulai memanfaatkan teknologi AI untuk menunjang proses belajar, interaksi langsung di dalam kelas tetap menjadi benteng bagi tenaga pendidik. Peneliti Anthropic mengidentifikasi bahwa tugas pengajaran fisik belum mampu direplikasi sepenuhnya oleh mesin.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor pengembangan perangkat lunak. Tugas harian programmer seperti menyusun kode (coding), melakukan pembaruan sistem, hingga pengelolaan perangkat lunak kini mulai banyak diambil alih secara otomatis oleh sistem AI.

Anthropic menyimpulkan bahwa adopsi AI di lingkungan kerja saat ini sebenarnya masih jauh di bawah potensi maksimalnya. Namun, pemetaan profesi menunjukkan ada kelompok pekerjaan digital yang mulai terdampak secara signifikan oleh efisiensi mesin.

Daftar Pekerjaan yang Rentan Terhadap Otomasi

Laporan tersebut menyusun peringkat profesi berdasarkan tingkat paparannya terhadap risiko penggantian oleh AI. Pekerjaan yang berbasis aktivitas di depan layar menempati urutan teratas dalam daftar risiko ini.

Daftar 10 Profesi dengan Tingkat Paparan AI Tertinggi
PeringkatNama ProfesiPersentase Paparan AI
1Programmer74,5%
2Customer Service70,1%
3Data Entry67,1%
4Spesialis Rekam Medis66,7%
5Analis Riset Pasar64,8%
6Tenaga Penjualan Grosir62,8%
7Analis Keuangan57,2%
8Software QA51,9%
9Analis Keamanan Informasi48,6%
10Spesialis Support Komputer46,8%

Pekerjaan yang Minim Paparan AI

Sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat tercatat memiliki tingkat paparan AI sebesar nol persen. Pekerjaan yang menuntut interaksi sosial tinggi atau keterampilan fisik secara langsung tergolong paling aman dari ancaman otomasi.

Selain guru yang mengelola ruang kelas, profesi perawat dan praktisi kesehatan juga menunjukkan ketahanan tinggi. Hal serupa berlaku bagi pengacara litigasi yang harus mewakili klien secara lisan dalam persidangan di pengadilan.

Pekerjaan di sektor lapangan dan tenaga kasar juga masih sangat jauh dari jangkauan AI. Kelompok ini mencakup sektor pertanian seperti pemangkas pohon, mekanik kendaraan, koki, petugas cuci piring, penjaga pantai, hingga bartender.

Dampak pada Pekerja Berpendidikan Tinggi

Fenomena menarik lainnya adalah fakta bahwa pekerja dengan latar belakang pendidikan tinggi dan gaji besar justru lebih terpapar AI. Data riset menunjukkan bahwa tingkat paparan tinggi didominasi oleh lulusan sarjana sebesar 37,1 persen dan pascasarjana sebanyak 17,4 persen.

Rata-rata pendapatan kelompok yang terpapar AI ini mencapai 32,69 dollar AS per jam. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok pekerja yang tidak terpapar AI sama sekali dengan rata-rata upah 22,23 dollar AS per jam.

Walaupun data ini memberikan gambaran yang menantang, Anthropic melaporkan belum ada lonjakan angka pengangguran yang masif hingga saat ini. Skenario pemutusan hubungan kerja besar-besaran akibat AI dinilai belum menjadi realitas yang terjadi dalam waktu dekat.

Artikel terkait

Rekomendasi