Dunia Peringati Hari Internasional Nol Toleransi Mutilasi Alat Kelamin Perempuan

Dunia Peringati Hari Internasional Nol Toleransi Mutilasi Alat Kelamin Perempuan

Dunia memperingati International Day of Zero Tolerance for Female Genital Mutilation atau Hari Internasional Nol Toleransi terhadap Mutilasi Alat Kelamin Perempuan (FGM) pada tanggal 6 Februari 2026. Sebagaimana dikutip dari Caritahu, momentum ini merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2012.

Peringatan tersebut bertujuan untuk menghapus praktik berbahaya yang melanggar hak asasi manusia serta mengancam kesehatan perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Selain peringatan serius tersebut, tanggal yang sama juga dimeriahkan oleh beberapa perayaan unik seperti National Chopsticks Day, National Frozen Yogurt Day, dan Bubble Gum Day.

Berdasarkan data dari laman resmi PBB, Hari Internasional Nol Toleransi terhadap FGM ditetapkan oleh Majelis Umum PBB untuk memperkuat upaya penghapusan praktik kekerasan berbasis gender. Praktik ini dianggap melanggar integritas fisik, hak kesehatan, dan kebebasan dari penyiksaan.

Dampak dari FGM sangat luas, mencakup gangguan kesehatan fisik, psikologis, hingga beban ekonomi jangka panjang bagi para korban. Saat ini, praktik tersebut masih ditemukan di lebih dari 30 negara, terutama di kawasan Afrika, Timur Tengah, dan sebagian wilayah Asia.

Data mengestimasi lebih dari 230 juta perempuan dan anak perempuan telah mengalami FGM, sementara jutaan lainnya terus berada dalam risiko setiap tahunnya. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan sebenarnya telah melarang praktik ini sejak tahun 2010.

Namun, laporan kasus sporadis yang masih muncul membuat peringatan ini tetap krusial bagi organisasi seperti Komnas Perempuan, Yayasan Kesehatan Perempuan, dan UNFPA-UNICEF. Mereka terus mendorong edukasi masyarakat, penguatan regulasi, serta advokasi untuk penghapusan total praktik tersebut.

Tema resmi peringatan tahun 2026 adalah "Towards 2030: No End to FGM Without Sustained Commitment and Investment". Tema ini menekankan pentingnya kepemimpinan politik, pendanaan yang konsisten, aksi komunitas, dan penguatan suara korban untuk mencapai target nol FGM pada tahun 2030 sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Perayaan Budaya Kuliner dan Tradisi Unik

Selain misi kemanusiaan, 6 Februari juga diwarnai dengan perayaan National Chopsticks Day atau Hari Sumpit Nasional. Melansir National Today, peringatan ini populer di Amerika Serikat dan komunitas Asia sebagai bentuk penghormatan terhadap alat makan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun.

Hari ini mengajak masyarakat untuk menghargai sejarah dan aspek ramah lingkungan dari sumpit yang bersifat reusable. Di Indonesia, para pecinta kuliner sering merayakannya dengan mengunjungi restoran Jepang atau Korea untuk menikmati sajian seperti sushi dan ramen menggunakan teknik sumpit yang benar.

Sementara itu, National Frozen Yogurt Day juga jatuh pada tanggal yang sama untuk merayakan frozen yogurt atau "fro-yo" sebagai alternatif camilan sehat. Makanan ini mulai populer sejak tahun 1970-an karena kandungan probiotik dan kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan es krim tradisional.

Pada 6 Februari 2026, banyak gerai internasional biasanya menawarkan promo menarik untuk menarik minat pelanggan. Komunitas urban di Indonesia turut merayakannya secara tidak resmi dengan membagikan foto kreasi topping yogurt melalui platform media sosial.

Terakhir, terdapat peringatan Bubble Gum Day yang jatuh pada Jumat pertama di bulan Februari. Inisiatif yang dimulai oleh penulis Ruth Spiro sejak 2006 ini menggabungkan keceriaan mengunyah permen karet dengan aksi penggalangan dana untuk amal pendidikan atau kesehatan anak.

Artikel terkait

Rekomendasi