Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) secara resmi mengumumkan perubahan susunan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Mantan petinggi Telkom Indonesia, Honesti Basyir, kini menduduki posisi sebagai anggota Direksi Indosat.
Dilansir dari Detik iNET, langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya operator seluler tersebut untuk memasuki fase pertumbuhan baru. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam seluruh lini bisnis.
Honesti Basyir membawa pengalaman lebih dari dua dekade dalam industri telekomunikasi ke dalam struktur kepemimpinan IOH. Kehadirannya diproyeksikan mampu mempercepat eksekusi transformasi perusahaan dari penyedia konektivitas menjadi entitas teknologi berbasis AI atau AI TechCo.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa perombakan direksi ini sejalan dengan ambisi besar perusahaan. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan percepatan strategi AI secara disiplin guna memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
"Fokus kami adalah mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham," ujar Vikram Sinha.
Selain Honesti, RUPST juga menetapkan Reski Damayanti dan Apoorva Mehrotra sebagai anggota Direksi baru. Sementara itu, jabatan Komisaris Perseroan kini diisi oleh Seppalga Ahmad.
Dalam pertemuan tersebut, pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar dari jabatan Direktur. Selain itu, Achmad Syah Reza juga resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Komisaris.
Saat ini, Indosat tengah aktif membangun ekosistem AI-native telco melalui berbagai kolaborasi global. Salah satu langkah konkretnya adalah menjalin kemitraan strategis dengan NVIDIA yang diperkenalkan pada ajang NVIDIA GTC 2026.
Kerja sama tersebut melahirkan inisiatif Sahabat-AI, sebuah platform yang bertujuan mendemokratisasi akses kecerdasan buatan bagi masyarakat Indonesia. Platform ini menyasar berbagai segmen, mulai dari pengembang aplikasi hingga pelaku usaha berskala nasional.
IOH juga sedang mengembangkan AI Grid terdistribusi untuk mengoptimalkan daya komputasi di seluruh Indonesia. Proyek ini memanfaatkan infrastruktur jaringan dan pusat data luas yang telah dikelola oleh perusahaan selama ini.
Terkait kinerja keuangan, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp3,57 triliun. Jumlah tersebut setara dengan Rp111 per lembar saham yang akan dibayarkan maksimal 30 hari setelah pengumuman hasil rapat.