Huawei Salurkan 75 Hewan Kurban untuk Masjid di 10 Kota Indonesia

Huawei Salurkan 75 Hewan Kurban untuk Masjid di 10 Kota Indonesia

Huawei menyelenggarakan seremoni simbolis program CSR bertajuk “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026), seperti diberitakan oleh Cahaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Huawei di Indonesia melalui penyaluran 15 sapi dan 60 kambing untuk 15 masjid yang tersebar di 10 kota.

Agenda tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, pelaku industri digital, akademisi, hingga kalangan mahasiswa dan pelajar.

Selain seremoni penyerahan kurban, acara ini diawali dengan diskusi bertema “Innovate in the Era of All Intelligence” yang mengulas perkembangan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, transformasi digital, hingga industri data center nasional.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai program kurban ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan titik temu antara nilai spiritual, tanggung jawab sosial, dan visi teknologi masa depan.

Menurut Nasaruddin, kemajuan teknologi seharusnya tetap berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial masyarakat.

“Kontribusi nyata melalui donasi hewan kurban untuk masjid di berbagai kota di Indonesia adalah bukti bahwa kemajuan teknologi tidak harus mencabut korporasi dari nilai kemainan dan keagamaan,” ujar Nasaruddin.

Nasaruddin juga menyoroti makna sosial ibadah kurban yang berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat melalui bantuan berbasis protein.

“Kolaborasi antara karbohidrat dan protein diharapkan mampu melahirkan manusia-manusia bermutu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa semangat kurban sangat relevan dengan tantangan era AI yang membutuhkan kolaborasi serta solidaritas lintas sektor.

Nezar menilai transformasi digital tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang bagaimana teknologi mampu memberdayakan masyarakat secara inklusif.

Berdasarkan data APJII 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta orang, namun hampir 20 persen populasi di wilayah pedesaan dan pelosok belum memiliki akses internet.

“Ini adalah kesenjangan yang harus kita atasi melalui strategi yang jelas, solidaritas yang kuat, dan komitmen nyata,” ujarnya.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Abdul Rouf menambahkan, Kementerian Agama tengah mempercepat digitalisasi tata kelola dan integrasi data internal.

Menurut Abdul Rouf, perkembangan AI harus dibarengi dengan penguatan etika, regulasi, dan perlindungan data pribadi agar teknologi tidak disalahgunakan.

“Inovasi AI harus fokus tidak hanya pada efisiensi, tetapi juga etika, inklusivitas, dan kepercayaan,” kata Abdul Rouf.

Director of ICT Strategy & Business Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menilai Indonesia kini berada dalam fase digital economy yang ditopang revolusi energi dan revolusi informasi berbasis AI.

Mohamad Rosidi menjelaskan bahwa pemanfaatan AI akan terus meluas ke berbagai sektor, termasuk industri, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.

“AI plus industri, AI plus edukasi, AI plus kesehatan, hingga AI plus transportasi akan menjadi arah transformasi berikutnya,” tuturnya.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization Hendra Suryakusuma menjelaskan bahwa transformasi digital telah mendorong perkembangan industri data center nasional secara signifikan.

Kapasitas data center Indonesia yang pada 2015 hanya sekitar 32 megawatt kini melonjak menjadi sekitar 649 megawatt secara nasional.

“AI menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan data center karena kebutuhan komputasi dan penyimpanan data yang semakin besar,” kata Hendra.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK Media dan Transportasi BSSN Taufik Arianto mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah masifnya penggunaan AI.

Taufik menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengunggah data pribadi ke platform AI karena berpotensi dimanfaatkan oleh pihak lain.

“Melindungi ruang digital saat ini bukan lagi sekadar pengamanan server, tetapi juga memastikan algoritma yang digunakan mengedepankan kepentingan terbaik bangsa,” ujarnya.

Chairman of the Board Huawei Indonesia Xin Dajiang mengatakan tema “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” mencerminkan semangat gotong royong masyarakat.

Xin Dajiang menilai AI, konektivitas gigabit, energi hijau, dan kekuatan komputasi akan menjadi fondasi baru bagi produktivitas, pendidikan, serta layanan publik di masa depan.

“Huawei tetap berkomitmen bekerja bersama pemerintah, universitas, mitra industri, dan masyarakat untuk mendukung transformasi digital Indonesia,” kata Xin Dajiang.

Artikel terkait

Rekomendasi