Ketentuan mengenai hewan kurban sering kali memicu pertanyaan di kalangan umat Muslim menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Salah satu poin yang kerap didiskusikan adalah keabsahan meniatkan satu ekor kambing untuk seluruh anggota keluarga.
Dilansir dari Suara, ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah atau ibadah yang sangat dianjurkan. Memahami batasan dan aturannya menjadi krusial agar pelaksanaan ibadah tersebut tetap selaras dengan prinsip syariat Islam.
Pada dasarnya, satu ekor kambing diperuntukkan bagi kurban satu individu. Meski demikian, Islam mengenal konsep berbagi pahala dalam lingkup satu keluarga sebagaimana dijelaskan dalam literatur fikih.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BAZNAS, kurban satu ekor kambing untuk satu keluarga dianggap diperbolehkan. Namun, terdapat batasan tertentu yang merujuk pada pendapat Madzhab Maliki agar kurban tersebut sah.
Terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi jika satu ekor kambing ingin diniatkan untuk satu keluarga. Syarat tersebut meliputi tinggal di bawah satu atap, memiliki hubungan kekerabatan, dan memiliki satu pemberi nafkah yang sama.
Apabila ketiga kriteria tersebut terpenuhi, maka kurban seekor kambing dianggap sah secara syariat. Hal ini membuat masing-masing anggota keluarga tetap berhak mendapatkan pahala dari kurban yang disembelih.
Penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat memberikan penegasan yang serupa mengenai fleksibilitas niat dalam berkurban. Menurutnya, satu keluarga tidak perlu melakukan giliran tahunan bagi setiap anggotanya jika hanya mampu menyediakan satu ekor kambing.
"Satu keluarga misal satu kambing diniatkan untuk satu keluarga, boleh. Jadi nggak usah kemudian diselang-seling tahun ini si fulan, tahun ini si fulan tidak," ujar Ustaz Adi Hidayat dikutip dari kanal YouTube BERBAGI pada Kamis (7/5/2026).
Beliau menambahkan bahwa dalam prosesi penyembelihan, pekurban tidak memiliki kewajiban untuk melafalkan satu per satu nama anggota keluarganya secara mendetail.
Niat yang diucapkan cukup atas nama kepala keluarga dan mencakup seluruh anggota keluarga lainnya. Praktik ini merujuk pada tradisi Nabi Muhammad SAW saat berkurban.
"Ya Allah, terimalah ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad," tutur Ustaz Adi Hidayat menirukan doa yang pernah dipanjatkan Rasulullah SAW.
Masyarakat yang memiliki anggaran terbatas untuk membeli satu ekor kambing tetap dapat menjalankan ibadah ini. Pahala kurban tersebut dapat diniatkan secara kolektif untuk seluruh anggota keluarga tercinta.