Hukum Membaca Surah Maryam bagi Ibu Hamil Menurut Syariat Islam

Hukum Membaca Surah Maryam bagi Ibu Hamil Menurut Syariat Islam

Banyak ibu Muslim yang sedang mengandung berupaya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan doa dan tilawah Al-Qur’an. Salah satu praktik yang populer di masyarakat adalah rutin membaca Surah Maryam demi mengharapkan keberkahan bagi sang janin.

Tradisi ini berkembang luas karena Surah Maryam memuat kisah inspiratif tentang sosok perempuan suci yang melahirkan Nabi Isa AS. Selain itu, terdapat pula untaian doa tulus Nabi Zakariya AS saat memohon kehadiran buah hati kepada Sang Pencipta.

Dikutip dari Cahaya, tinjauan teologis menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ditemukan dalil khusus dari Al-Qur’an maupun hadis sahih yang secara eksplisit memerintahkan pembacaan Surah Maryam khusus untuk ibu hamil.

Buku Agar Momonganmu Cantik dan Tampan: Lapis-lapis Keberkahan Surat Yusuf dan Maryam bagi Ibu Hamil karya Ana Syarafatin menjelaskan bahwa amalan ini bukan berasal dari tuntunan langsung Rasulullah SAW atau para sahabat. Praktik tersebut muncul sebagai bentuk ikhtiar spiritual masyarakat.

Meskipun bukan sunnah yang disyariatkan secara spesifik, aktivitas ini tetap diperbolehkan selama tidak dianggap sebagai sebuah kewajiban agama. Membaca Al-Qur’an secara umum tetap menjadi ibadah yang sangat mulia bagi setiap Muslimah yang sedang mengandung.

Manna Khalil al-Qattan dalam buku Ulumul Qur’an memaparkan bahwa membaca kalam Allah berfungsi sebagai sarana menenangkan batin. Bagi ibu hamil, ketenangan psikologis tersebut memberikan dampak positif yang besar terhadap kondisi perkembangan janin dalam kandungan.

Surah ke-19 yang terdiri dari 98 ayat ini tergolong dalam kelompok Makkiyah. Isinya sarat akan pesan ketakwaan dan kesabaran, yang menjadi inspirasi bagi orang tua agar dikaruniai anak yang saleh dan taat.

Rizem Aizid melalui buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam menekankan bahwa nilai utama surah ini terletak pada pesan keteladanan, bukan pada efek fisik tertentu. Bagian yang sering diamalkan adalah ayat 1 hingga 11 yang berisi permohonan Nabi Zakariya AS.

Berikut adalah potongan ayat yang sering dibaca oleh para ibu hamil:

كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ .1

2. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ

Artinya: "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,"

3. اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا

Artinya: "(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."

4. قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

Qaala rabbi innii wahanal-'azmu minnī wasyta'alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu'a'ika rabbi syaqiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku'."

5. وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ Lِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ

Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa'ii wa kaanatimra'atii 'aqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa

Artinya: "Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu"

6. يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

Yariṡunii wa yariṡu min aali ya'qụba waj'al-hu rabbi raḍiyyaa

Artinya: "Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."

7. يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

Yaa zakariyya innaa nubasysyiruka bigulaaminismuhụ yaḥyaa lam naj'al lahụ ming qablu samiyyaa

Artinya: "(Allah berfirman), 'Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.'

8. قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

Qaala rabbi annaa yakụnu lii gulāmuw wa kānatimra'atī 'āqiraw wa qad balagtu minal-kibari 'itiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?'

9. قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

Qaala każālik, qaala rabbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai'aa

Artinya: "(Allah) berfirman, 'Demikianlah.' Tuhanmu berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali'."

10. قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

Qaala rabbij'al lī aayah, qāla aayatuka allaa tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.' (Allah) berfirman, 'Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.'

11. فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

Fa kharaja 'alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥaa ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa 'asyiyyā

Artinya: "Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang."

Etika dan Fokus Harapan Orang Tua

Dalam buku Panduan Hamil Sehat & Syar’i, Sa’idatul Nafisah mengingatkan pentingnya membedakan antara harapan dan keyakinan mutlak. Amalan ini harus diposisikan sebagai perantara doa (wasilah), sementara hasil akhirnya tetap merupakan otoritas Allah SWT.

Fokus doa orang tua sebaiknya tidak hanya tertuju pada rupa fisik janin. Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa keelokan sejati manusia bersumber dari hati dan perilakunya. Oleh karena itu, permohonan harus mencakup penguatan iman dan akhlak mulia.

Bagi ibu hamil yang ingin mengamalkan surah ini, beberapa adab yang perlu diperhatikan meliputi bersuci, membaca dengan tartil, serta memilih tempat yang tenang. Niat harus diluruskan semata-mata untuk beribadah dan bertawakal atas segala ketetapan-Nya.

Artikel terkait

Rekomendasi