PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan progres pembangunan kawasan IT Center Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ragunan Paket 2 telah mencapai 98,92 persen pada Mei 2026. Proyek yang berlokasi di Jakarta ini sedang berada dalam tahap pengujian sistem akhir sebelum resmi beroperasi penuh.
Sebagaimana dilansir dari Kompas, pengerjaan konstruksi saat ini dialihkan pada penyelesaian elemen arsitektur serta mekanikal elektrikal plumbing (MEP). Hutama Karya mengonfirmasi bahwa seluruh material utama untuk kebutuhan proyek telah terpasang secara menyeluruh sejak Maret 2026.
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya, Hamdani, memberikan penjelasan mengenai signifikansi proyek ini bagi sektor keuangan di Indonesia. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi tulang punggung digital dalam memperkuat operasional perbankan.
“Proyek IT Center BRI Ragunan Paket 2 kami harapkan dapat menjadi pondasi infrastruktur digital yang akan memperkuat layanan perbankan nasional," ungkap Hamdani, Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya.
Pihak manajemen perusahaan kini berfokus pada tahap commissioning untuk memastikan reliabilitas infrastruktur pendukung. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran sistem saat melayani kebutuhan data center perbankan dalam jangka panjang.
“Dengan progres yang hampir tuntas, kami fokus memastikan seluruh sistem teruji dengan baik agar siap mendukung operasi data center BRI secara andal dan berkelanjutan,” tambah Hamdani, Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya.
Pembangunan kawasan ini mencakup dua struktur utama, yakni Gedung Techno setinggi 13 lantai dengan satu basement serta Gedung Cloud setinggi lima lantai. Total luas bangunan yang dikerjakan oleh Hutama Karya ini mencapai 18.914 meter persegi.
Dalam pelaksanaannya, pengembang menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) 3D–5D serta pendekatan Lean Construction untuk efisiensi kerja. Proyek ini juga mengadopsi standar internasional QHSSE, termasuk ISO 9001:2015 hingga ISO 27001:2022 untuk manajemen keamanan informasi.
Fasilitas ini mengusung konsep gedung hijau melalui penggunaan sistem manajemen energi pintar dan pengaturan suhu otomatis yang adaptif. Sebelumnya, tahap topping off atau penyelesaian struktur utama bangunan tersebut telah berhasil dilakukan pada tahun 2025.