Startup kecerdasan buatan Ineffable Intelligence yang didirikan peneliti David Silver berhasil mengantongi pendanaan sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp18,7 triliun pada Selasa (28/4/2026). Suntikan modal dari raksasa teknologi seperti Google dan NVIDIA ini bakal digunakan untuk mengembangkan sistem AI yang mampu belajar secara mandiri tanpa ketergantungan pada data buatan manusia.
Valuasi perusahaan kini menyentuh angka US$5,1 miliar atau Rp86,7 triliun sebagaimana dilansir dari Teknologi. Melalui suntikan dana tersebut, Ineffable Intelligence berambisi menciptakan sistem "superlearner" yang mengandalkan metode coba-coba atau reinforcement learning dalam proses pembelajarannya.
David Silver yang juga merupakan profesor di University College London sebelumnya memiliki rekam jejak panjang di DeepMind. Ia berperan penting dalam penciptaan AlphaZero, sebuah program yang mampu menguasai permainan catur dan Go murni berdasarkan pengalaman sendiri tanpa bantuan strategi manusia.
Pihak perusahaan mengeklaim bahwa visi pengembangan AI mandiri ini akan memberikan dampak besar bagi dunia ilmu pengetahuan di masa depan.
"Jika berhasil, ini akan mewakili terobosan ilmiah yang sebanding dengan Darwin," tulis situs resmi Ineffable Intelligence.
Silver menekankan bahwa proyek ambisius ini merupakan puncak dari perjalanan karier profesionalnya selama bertahun-tahun. Ia juga menyatakan komitmen sosial terkait hasil yang didapatkan dari perusahaan ini.
"superlearner" kata David Silver, Pendiri Ineffable Intelligence.
Pernyataan tersebut merujuk pada upaya sistem untuk menemukan pengetahuan sepenuhnya secara mandiri, di mana keuntungan pribadinya kelak akan disumbangkan untuk kegiatan amal berdampak tinggi.
Dukungan finansial yang menempatkan Ineffable dalam kategori pentacorn ini dipimpin oleh Sequoia Capital dan Lightspeed Venture Partners. Fenomena munculnya startup AI bernilai tinggi oleh para peneliti ternama kini sedang menjadi tren di industri global.
Sebagai perbandingan, AMI Labs besutan Yann LeCun juga memperoleh dana US$1,03 miliar dengan nilai valuasi pra-pendanaan mencapai US$3,5 miliar. Selain itu, Recursive Superintelligence yang dibangun Tim Rocktäschel dilaporkan mengumpulkan US$500 juta dengan potensi peningkatan hingga US$1 miliar.