Sejumlah pengguna Instagram di berbagai belahan dunia melaporkan adanya kejanggalan berupa penurunan jumlah pengikut atau followers secara drastis dalam waktu singkat.
Fenomena hilangnya ribuan pengikut ini mendadak viral di media sosial setelah banyak pemilik akun mengungkapkan kekhawatiran mereka atas berkurangnya angka keterlibatan tersebut.
Dikutip dari Teknologi, hilangnya pengikut dalam jumlah besar ini diduga kuat merupakan dampak dari langkah Meta yang sedang melakukan pembersihan masif terhadap akun-akun bot.
Kebijakan transparansi Meta menyebutkan bahwa penghapusan akun tidak aktif dan bot dilakukan demi meningkatkan integritas serta keamanan di dalam platform mereka.
Selain itu, tindakan ini diambil untuk meminimalisir penyebaran konten spam yang selama ini dianggap mengganggu kenyamanan para pengguna setia Instagram.
Langkah pembersihan ini dilakukan bersamaan dengan pengumuman penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi pengguna di bawah umur.
Teknologi tersebut dirancang untuk mengidentifikasi akun yang pemiliknya masih berusia di bawah 13 tahun secara otomatis melalui pemeriksaan aktivitas dan identitas.
Kebijakan ini sejalan dengan regulasi di berbagai negara yang melarang aktivitas media sosial bagi anak-anak di bawah usia minimum yang telah ditentukan.
Berdasarkan informasi di blog resminya, akun yang terdeteksi milik anak di bawah 13 tahun akan dinonaktifkan sementara untuk menjalani proses verifikasi usia.
Jika pemilik akun tidak dapat membuktikan usianya melalui proses verifikasi yang disediakan, maka akun tersebut berisiko dihapus secara permanen dari sistem.
Penjelasan Resmi Pihak Meta
Juru bicara Meta memberikan penjelasan mengenai pembaruan jumlah pengikut yang dialami oleh beberapa pengguna Instagram dalam beberapa hari terakhir.
“Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun yang tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin telah melihat pembaruan pada jumlah pengikut mereka. Pengikut aktif tetap tidak terpengaruh, dan akun yang ditangguhkan yang telah dipulihkan akan dimasukkan kembali dalam hitungan setelah verifikasi," kata juru bicara Meta.
Melansir laporan Gulfnews, Meta tidak memandang langkah pembersihan besar-besaran ini sebagai sebuah perubahan kebijakan baru di dalam ekosistem mereka.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan standar integritas platform yang memang berlangsung secara konsisten untuk menjaga kualitas interaksi antar pengguna.
Tujuan utama dari penghapusan akun-akun bermasalah ini adalah memastikan metrik keterlibatan atau engagement mencerminkan aktivitas akun yang sebenarnya.
Data yang lebih akurat ini nantinya akan berpengaruh langsung pada bagaimana algoritma memberikan peringkat serta mendistribusikan konten kepada para pengguna di aplikasi.