Intel memperkenalkan rangkaian prosesor generasi terbaru yang berfokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam ajang Computex 2026 di Taiwan untuk memperkuat ekosistem chip global, seperti dilansir dari Medcom.
Langkah ini menjadi penegasan posisi perusahaan sebagai tulang punggung komputasi modern melalui pengenalan Core Ultra Series 3 berbasis proses Intel 18A yang membawa performa CPU cepat, GPU tinggi, dan NPU hemat energi.
Arsitektur x86 dan peran penting Taiwan dalam ekosistem chip global menjadi poin utama yang digarisbawahi oleh pimpinan perusahaan.
Teknologi Core Ultra Series 3 tersebut kini tercatat telah diterapkan pada lebih dari 325 desain perangkat di seluruh dunia.
Selain seri tersebut, varian Core Series 3 juga dihadirkan untuk menargetkan pasar laptop tipis dengan keunggulan performa premium serta daya tahan baterai sepanjang hari.
Ekspansi ke segmen perangkat genggam dilakukan dengan meluncurkan Arc G3 series yang mengutamakan efisiensi daya dan pengalaman bermain imersif, yang dijadwalkan tersedia mulai akhir bulan ini.
Sektor kecerdasan buatan fisik dan robotika turut disasar lewat perluasan jaringan yang kini mencakup lebih dari 4.000 mitra edge dan 100.000 implementasi nyata.
Melalui kolaborasi bersama Perplexity AI, produsen chip ini menghadirkan sistem orkestrasi hybrid inference lokal-cloud yang dirancang untuk menjaga privasi, kepatuhan, serta skalabilitas.
Lini server mendapatkan pembaruan melalui peluncuran Xeon 6+ yang dilengkapi 288 e-core dan cache L3 sebesar 576MB untuk menangani beban kerja AI serta misi kritis.
Pihak manajemen memproyeksikan bahwa konsumsi daya pusat data secara global akan didominasi oleh aktivitas inferensi AI sebesar 40 persen pada tahun 2030 mendatang.
Penyediaan infrastruktur rackscale untuk agentic AI diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Foxconn.
Sedangkan kemitraan bersama SambaNova, Vista Equity Partners, dan Cambium Equity berjalan dengan fokus khusus pada penyediaan solusi inferensi yang hemat biaya serta energi.
Layanan cloud Vector Core Compute turut diperkenalkan guna mendukung aktivitas inferensi terdistribusi lintas sistem yang mencakup jaringan Intel, Nvidia, dan SambaNova.
Pengembangan IPU untuk penyedia cloud digarap bersama Google, sementara pembuatan chip nirkabel canggih dilakukan melalui kolaborasi dengan Ericsson.
Transformasi energi, otomasi industri, rekayasa biomedis, hingga pengembangan obat baru juga disasar lewat kemitraan dengan Hitachi, Siemens, Echo Neurotechnologies, dan Greenstone Biosciences.