Jacksen F Tiago Puji Potensi Besar Pesepak Bola Putri di Surabaya

Jacksen F Tiago Puji Potensi Besar Pesepak Bola Putri di Surabaya

Bakat luar biasa pesepak bola putri usia dini di Kota Pahlawan menarik perhatian pengamat olahraga. Seperti dikutip dari Bola, potensi besar yang dimiliki para pemain muda di Surabaya dinilai sangat menjanjikan untuk masa depan olahraga ini.

Ajang kompetisi sepak bola putri usia dini yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife digelar pada 12-17 Mei 2026. Kompetisi ini memanfaatkan Lapangan Bogowonto serta Lapangan Bola Jala Krida di Surabaya, Jawa Timur.

Turnamen yang berlangsung sepanjang lima hari ini diikuti oleh 1.620 siswi. Mereka datang mewakili 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tersebar di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Seluruh peserta terbagi ke dalam dua kelompok kompetisi, yakni 73 tim untuk kategori KU 10 dan 77 tim untuk kategori KU 12. Babak final turnamen ini memunculkan nama-nama sekolah baru sebagai pemenang utama.

SDN Pacarkeling V/186 B sukses mengamankan posisi sebagai pemenang untuk kategori KU 12. Sementara itu, gelar juara untuk kategori KU 10 berhasil dibawa pulang oleh tim dari SDN Manukan Kulon.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai kualitas pemain muda Surabaya cukup matang dibanding daerah lain.

“Saya lihat masih ada beberapa tim dengan satu pemain menonjol lebih jauh dibanding yang lain. Harapan saya ke depan, kita bisa berkembang bersama secara tim. Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali,” kata legenda Persebaya Surabaya itu.

Mantan pemain dan pelatih tersebut juga memandang kompetisi sepak bola seperti ini memiliki peran krusial. Kejuaraan berkala sangat dibutuhkan dalam rangka membangun ekosistem sepak bola putri di Indonesia.

“Salah satunya adalah dengan membuat bagaimana para pemain ini memiliki jam terbang dan pengalaman bertanding yang terbilang cukup,” imbuhnya.

Keberhasilan mengamankan gelar juara di kategori KU 12 disambut gembira oleh pihak sekolah. Pelatih tim SDN Pacarkeling V/186 B mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi para siswi yang mayoritas masih berumur 10 tahun.

“Sebenarnya saya tidak memprediksi sampai masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata ada di usia 10 tahun. Saya sangat mengapresiasi kepada para pemain sudah berhasil memenangi adu penalti, bagi saya luar biasa," ujar pelatih yang biasa disapa Septyan itu.

Septyan Kurnia Hardiantoro menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari persiapan matang. Proses latihan intensif tetap berjalan secara konsisten di tengah aktivitas sekolah para siswi.

"Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang, karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu. Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan,” sambungnya.

Pertandingan puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 menyajikan persaingan ketat, termasuk di kategori KU 10 yang dimenangkan oleh SDN Manukan Kulon.

Salah satu penggawa tim, Locita, mendapatkan penghargaan individu sebagai Best Player untuk kategori KU 12. Ia mengungkapkan bahwa mentalitas pantang menyerah menjadi modal utama timnya dalam membalikkan keadaan.

“Finalnya sangat seru, kami meskipun kalah suporter tapi enggak masalah bagi saya, yang penting hasil akhir. Waktu ketinggalan 0-1 saya enggak menyerah, itu masih aman apalagi waktu masih banyak. Kami kejar terus sama tim, 'semangat, semangat', hingga akhirnya penalti dan menang,” tuturnya.

Sajian Drama Final Kategori KU 10

Sesi final untuk kategori KU 10 juga berjalan tidak kalah menegangkan hingga melahirkan SDN Manukan Kulon sebagai pemenang. Pertandingan berjalan dinamis sejak menit awal paruh pertama.

SDN DR. Sutomo V/327 sejatinya tampil menekan sejak awal laga dan mampu unggul lebih dahulu. Namun, perlawanan sengit membuat waktu normal berakhir dengan kedudukan imbang 3-3.

Penentuan pemenang akhirnya harus dilakukan melalui drama adu penalti. Pada babak penentuan ini, SDN Manukan Kulon tampil lebih tenang dan memastikan gelar juara.

“Tadi sempat ketinggalan tapi pelatih minta jangan menyerah, usaha terus dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil. Senang bisa cetak gol dan alhamdulillah senang bisa juara,” kata siswi SDN Manukan Kulon, Keyvara.

Panitia penyelenggara berharap momentum positif ini bisa terus terjaga pada pelaksanaan berikutnya. Peningkatan kuantitas peserta dinilai menjadi indikator penting dalam memperluas jangkauan pembinaan atlet putri.

“Karena suatu pembinaan dianggap berhasil jika pesertanya banyak. Maka, dari situ akan terus muncul talenta-talenta putri yang akan semakin banyak juga,” kata Edi.

Dukungan penuh terhadap jalannya kompetisi usia dini ini juga disuarakan oleh perwakilan dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur. Kompetisi dinilai menjadi fondasi awal yang krusial untuk regenerasi atlet.

“Karena dari atlet sudah ada jalan untuk pembinaan yang tentunya akan memiliki dampak baik kepada sepak bola Jawa Timur, khususnya sepak bola wanita,” pungkasnya.

Artikel terkait