Jadwal Puasa 11 Maret 2026 Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah

Jadwal Puasa 11 Maret 2026 Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah

Umat Muslim di Indonesia sering menanyakan posisi tanggal 11 Maret 2026 dalam penanggalan Ramadan 1447 Hijriah. Penentuan jumlah hari puasa ini memiliki potensi perbedaan antara ketetapan Pemerintah dan organisasi Islam Muhammadiyah.

Dilansir dari Kiaton, perbedaan tersebut muncul karena adanya keberagaman metode dalam menetapkan awal bulan suci. Pemerintah Indonesia biasanya menentukan 1 Ramadan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Di sisi lain, Muhammadiyah menerapkan metode hisab atau perhitungan astronomi untuk menetapkan kalender jauh hari sebelumnya. Perbedaan metodologi ini menyebabkan selisih satu hari pada awal pelaksanaan puasa 1447 Hijriah di tahun 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, versi Pemerintah memprediksi awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 sesuai kalender Hijriah Kemenag.

Adanya selisih satu hari pada awal bulan tersebut berimplikasi langsung pada hitungan jumlah hari puasa saat memasuki tanggal 11 Maret 2026. Masyarakat perlu memperhatikan versi mana yang diikuti untuk memastikan jumlah hari ibadah mereka.

Pada Rabu, 11 Maret 2026, warga yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah sedang menjalani ibadah puasa hari ke-22. Sedangkan bagi umat Islam yang mengikuti keputusan Pemerintah, tanggal tersebut merupakan hari puasa ke-21.

Tabel Perhitungan Hari Puasa pada 11 Maret 2026
Versi KetetapanAwal Puasa RamadanStatus 11 Maret 2026
Muhammadiyah18 Februari 2026Puasa hari ke-22
Pemerintah19 Februari 2026Puasa hari ke-21

Prediksi Hari Raya Idulfitri 2026

Perbedaan durasi puasa ini juga berdampak pada perkiraan jatuhnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perbedaan tanggal Lebaran di tahun tersebut.

Muhammadiyah memprediksi Idulfitri akan jatuh pada tanggal 19 atau 20 Maret 2026. Di sisi lain, Pemerintah memperkirakan hari kemenangan tersebut berada pada rentang 20 atau 21 Maret 2026, dengan kepastian akhir tetap menunggu hasil sidang isbat.

Meskipun terdapat variasi dalam penanggalan, umat Muslim diharapkan tetap fokus menjalankan ibadah secara khusyuk. Perbedaan penetapan ini merupakan bagian dari keragaman yang lazim terjadi dalam sistem kalender Hijriah di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi