Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Simak Perkiraan Tanggal Dan Keutamaannya

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 Simak Perkiraan Tanggal Dan Keutamaannya

Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Amalan tersebut meliputi dzikir, sedekah, salat sunnah, hingga ibadah puasa sunnah.

Puasa Dzulhijjah termasuk di dalamnya Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini dipercaya memiliki pahala besar karena berada pada hari-hari yang dimuliakan Allah SWT.

Dikutip dari Info, jadwal puasa sunnah Dzulhijjah 2026 telah diperkirakan berdasarkan prediksi jatuhnya Hari Raya Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026. Data perkiraan tersebut merujuk pada informasi dari laman Baznas.

Perkiraan jadwal puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah dimulai dari 1 Dzulhijjah yang bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026. Selanjutnya, 2 Dzulhijjah jatuh pada Selasa, 19 Mei 2026, dan 3 Dzulhijjah pada Rabu, 20 Mei 2026.

Untuk tanggal berikutnya, 4 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Kamis, 21 Mei 2026. Sementara itu, 5 Dzulhijjah berada pada Jumat, 22 Mei 2026, dan 6 Dzulhijjah tepat pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Penanggalan berlanjut pada 7 Dzulhijjah yang bertepatan dengan Minggu, 24 Mei 2026. Adapun Puasa Tarwiyah atau 8 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Senin, 25 Mei 2026, diikuti Puasa Arafah atau 9 Dzulhijjah pada Selasa, 26 Mei 2026.

Jadwal penanggalan tersebut masih bersifat perkiraan sementara. Keputusan akhir mengenai awal bulan tetap menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah atau ketetapan organisasi Islam terkait.

Pelaksanaan puasa Tarwiyah menjadi momentum bagi umat Muslim untuk mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah SWT. Kata Tarwiyah memiliki arti merenung dan memikirkan dengan penuh kesadaran.

Dilansir dari Detik, puasa Arafah secara khusus disunnahkan bagi umat Islam yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji. Waktu pelaksanaan puasa ini bertepatan dengan momen wukuf di Padang Arafah sebagai puncak haji.

Ibadah puasa Arafah dianggap makruh bagi jamaah haji karena berpotensi menurunkan kondisi fisik selama prosesi ibadah. Namun, bagi yang tidak berhaji, amalan ini mendatangkan banyak keutamaan spiritual.

Salah satu keutamaan puasa Arafah adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa selama satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Hal ini bersandar pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR Muslim.

"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya"

Umat Islam yang mengamalkannya juga akan mendapatkan kedudukan istimewa serta pahala besar di sisi Allah SWT jika dilakukan secara ikhlas. Ibadah ini sekaligus melatih kesabaran dalam menahan lapar di luar Ramadan.

Puasa sunnah ini berfungsi sebagai sarana pembersihan alami untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, amalan tersebut menjadi persiapan spiritual yang baik untuk menyambut kebahagiaan Hari Raya Idul Adha.

Hari Arafah juga menjadi salah satu waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, kaum Muslimin disarankan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa demi mendapatkan ampunan serta keberkahan.

Artikel terkait

Rekomendasi