Umat Islam dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunnah selama sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah pada Mei 2026 mendatang. Pelaksanaan ibadah ini bertujuan memperkuat kualitas spiritual serta mengejar pahala besar menjelang perayaan Idul Adha.
Dilansir dari Suara, momentum Dzulhijjah memiliki kedudukan istimewa karena termasuk dalam sepuluh hari terbaik dalam setahun bagi umat Muslim untuk memperbanyak amalan. Persiapan jadwal yang tepat diperlukan agar ibadah dapat berjalan secara terarah.
Berdasarkan penanggalan Hijriah tahun 2026, awal bulan Dzulhijjah diprediksi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Sejak tanggal tersebut, rangkaian puasa sunnah sudah dapat dimulai secara bertahap oleh setiap individu Muslim.
Rangkaian ibadah puasa ini berlangsung hingga hari kesembilan bulan Dzulhijjah. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam dilarang berpuasa karena telah memasuki hari raya Idul Adha.
Berikut adalah rincian jadwal puasa Dzulhijjah tahun 2026 sebagaimana dikutip dari data resmi Baznas:
| Hari Dzulhijjah | Tanggal Masehi | Keterangan |
|---|---|---|
| Senin, 18 Mei 2026 | Puasa Sunnah | Selasa, 19 Mei 2026 |
| Puasa Sunnah | Rabu, 20 Mei 2026 | Puasa Sunnah |
| Kamis, 21 Mei 2026 | Puasa Sunnah | Jumat, 22 Mei 2026 |
| Puasa Sunnah | Sabtu, 23 Mei 2026 | Puasa Sunnah |
| Minggu, 24 Mei 2026 | Puasa Sunnah | Senin, 25 Mei 2026 |
| Puasa Tarwiyah | Selasa, 26 Mei 2026 | Puasa Arafah |
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Di antara seluruh rangkaian tersebut, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dianggap sebagai momentum krusial untuk persiapan batin. Hari ini menjadi kesempatan untuk membersihkan diri sebelum memasuki puncak ibadah haji bagi yang menunaikan.
Puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah memegang posisi paling tinggi dalam hal keutamaan bagi mereka yang tidak sedang berhaji. Amalan ini sangat dinantikan setiap tahun karena janji ganjaran yang luar biasa besar.
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
Selain menjalankan ibadah puasa, umat Muslim juga sangat disarankan untuk mengoptimalkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan berbagai amal kebajikan lain. Aktivitas seperti memperbanyak zikir, bersedekah, dan meningkatkan kualitas keimanan menjadi prioritas di periode utama ini.