Pemerintah Indonesia telah menetapkan tanggal jatuhnya Tahun Baru Imlek 2026 atau Tahun Baru Cina 2577 Kongzili. Perayaan ini merupakan titik awal kalender lunar yang penentuannya mengikuti siklus bulan dan matahari.
Dilansir dari Caritahu, momen penting bagi masyarakat Tionghoa ini juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Ketetapan tersebut merujuk pada regulasi resmi mengenai hari libur dan cuti bersama.
Berdasarkan SKB 3 Menteri, Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Tanggal tersebut menandai hari pertama dalam bulan pertama pada sistem penanggalan lunar Tionghoa.
Masyarakat dapat menikmati masa libur yang cukup panjang karena terdapat agenda cuti bersama pada Senin, 16 Februari 2026. Ketetapan ini menciptakan periode libur empat hari berturut-turut.
Periode libur panjang dimulai sejak Sabtu hingga Selasa, tepatnya pada 14 hingga 17 Februari 2026. Momen ini biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman atau berkumpul dengan keluarga besar.
Makna Shio Kuda Api pada Tahun 2026
Tahun 2026 dalam sistem zodiak Tionghoa merupakan Tahun Kuda Api (Fire Horse atau Bǐng Wǔ). Siklus ini akan berlangsung mulai dari 17 Februari 2026 hingga berakhir pada 5 Februari 2027.
Shio Kuda secara tradisional melambangkan kemandirian, energi yang tinggi, kebebasan, serta keberanian dalam mengambil risiko. Keberadaan unsur api memberikan penguatan pada karakter dinamis dan semangat petualang tersebut.
Tahun ini diprediksi membawa perubahan yang cepat serta peluang besar bagi individu yang berani bertindak. Namun, energi besar tersebut menuntut pengelolaan yang bijak untuk menghindari sifat impulsif atau potensi konflik.
Bagi individu yang lahir pada tahun Shio Kuda seperti 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, dan 2014, periode ini disebut ben ming nian. Kondisi ini memerlukan keseimbangan dan kehati-hatian dalam menyikapi energi yang kuat.
Rangkaian Tradisi dan Perayaan Imlek
Perayaan Imlek 2026 akan berlangsung selama kurang lebih 15 hingga 16 hari. Rangkaian acara dimulai dengan jamuan makan malam reuni atau reunion dinner pada Senin malam, 16 Februari 2026.
Makan malam bersama keluarga ini menjadi simbol persatuan dan keharmonisan. Hidangan yang disajikan memiliki makna simbolis, seperti ikan utuh untuk kelimpahan, pangsit sebagai simbol rezeki, dan mi panjang untuk umur panjang.
Beberapa tradisi utama yang dilakukan masyarakat antara lain membersihkan rumah sebelum hari H untuk membuang kesialan. Selain itu, pemasangan ornamen merah dilakukan sebagai simbol keberuntungan dan pengusir energi buruk.
Tradisi lain yang tetap dipertahankan adalah pembagian angpao kepada anak-anak serta kunjungan ke rumah kerabat. Di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, perayaan dimeriahkan dengan festival lampion dan barongsai.
Seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 akan ditutup dengan Festival Lampion atau Cap Go Meh. Acara penutup ini diperkirakan jatuh pada 3 Maret 2026 sebagai simbol dimulainya awal tahun yang terang.