Wukuf di Arafah merupakan momentum krusial yang menentukan keabsahan ibadah haji setiap individu. Sebagaimana dikutip dari Cahaya, esensi dari seluruh rangkaian haji terletak pada pelaksanaan wukuf ini.
Umat Islam dari berbagai penjuru dunia akan memadati Padang Arafah pada musim haji 2026 atau 1447 Hijriah. Di lokasi ini, para jemaah fokus melakukan zikir, istigfar, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M yang disusun Kementerian Agama bersama otoritas Arab Saudi memproyeksikan wukuf berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Prosesi ini diawali sejak matahari tergelincir atau saat memasuki waktu Zuhur pada tanggal 9 Dzulhijjah. Jemaah akan menetap di sana hingga fajar menyingsing pada 10 Dzulhijjah.
Kehadiran fisik di wilayah Arafah dalam rentang waktu tersebut bersifat wajib. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW memberikan penegasan mengenai kedudukan ibadah ini.
"Al-hajju ‘Arafah."
Sabda Nabi Muhammad SAW tersebut mempertegas bahwa wukuf merupakan pilar yang paling utama dibandingkan rangkaian manasik lainnya.
Memahami Makna dan Tata Cara Wukuf
Secara harfiah, wukuf memiliki arti berhenti atau berdiam diri. Dalam konteks haji, kegiatan ini bermakna kehadiran jemaah di Padang Arafah untuk beribadah secara intensif.
Melansir buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi, ibadah haji dianggap tidak sah jika seseorang melewatkan wukuf, meskipun ia menyelesaikan rukun lainnya.
Kawasan Arafah terletak sekitar 20 kilometer di arah tenggara Makkah. Pemandangan jutaan manusia berpakaian ihram putih di tempat ini sering dianggap sebagai representasi Padang Mahsyar.
Berdasarkan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah dari Kementerian Agama RI, pelaksanaan wukuf biasanya dimulai dengan mendengarkan khutbah yang berisi nasihat ketakwaan.
Setelah khutbah, jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Ashar secara jamak qasar taqdim. Barulah setelah itu, jemaah memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, talbiyah, dan munajat secara mandiri.
Ketentuan Suci dan Safari Wukuf
Salah satu poin penting dalam pelaksanaan wukuf adalah kondisi kesucian jemaah. Para ulama menjelaskan bahwa wukuf tetap sah dilakukan meskipun seseorang sedang berhadas besar atau kecil.
Artinya, jemaah perempuan yang sedang haid tetap diperbolehkan melaksanakan wukuf. Begitu pula dengan jemaah yang dalam kondisi sakit atau sedang dirawat.
Pemerintah Indonesia memfasilitasi jemaah lansia atau sakit berat melalui program safari wukuf. Jemaah dibawa menggunakan ambulans ke Arafah agar tetap bisa menjalankan rukun utama ini.
Hubungan dengan Puasa Arafah
Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, terdapat anjuran untuk menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Jika Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, maka puasa Arafah bagi jemaah di tanah air diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026.
Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan hari ini:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Jemaah dianjurkan untuk mempersiapkan fisik secara matang karena suhu udara di Arafah cenderung panas. Penggunaan payung, masker, dan menjaga asupan air minum sangat disarankan selama fase ini.
Di tempat ini, setiap individu berdiri setara tanpa memedulikan status sosial atau jabatan. Hal inilah yang menjadikan wukuf sebagai momen spiritual paling menggetarkan dalam perjalanan ke Tanah Suci.