Jakarta Matangkan Strategi Wisata Olahraga dan Produsen Lokal Luncurkan Perlengkapan Baru

Jakarta Matangkan Strategi Wisata Olahraga dan Produsen Lokal Luncurkan Perlengkapan Baru

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar mematangkan strategi untuk menaikkan posisi kota sebagai destinasi wisata olahraga unggulan internasional melalui penyelenggaraan ajang maraton dunia dan perluasan ruang publik, sementara produsen olahraga lokal Mills meluncurkan koleksi perlengkapan berteknologi tinggi di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Langkah agresif Jakarta tersebut ditempuh lewat kombinasi ajang maraton kelas dunia, penjajakan kerja sama tata kelola stadion dengan ikon sepak bola global, serta penyediaan ruang publik yang lebih luas bagi masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kegiatan olahraga berskala internasional terbukti memberikan dampak positif masif bagi citra kota, perekonomian, hingga transformasi gaya hidup sehat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung saat menghadiri pelepasan kategori half marathon dalam kompetisi lari Digiland Run 2026 di Plaza Utara Gelora Bung Karno. Ajang bertajuk The RACEvolution tersebut diikuti oleh lebih dari 12.500 pelari termasuk peserta mancanegara, serta telah mengantongi sertifikasi World Athletics Label Road Races dan International Measurement Certificate dari World Athletics serta AIMS.

"Mengapresiasi penyelenggaraan Digiland Run 2026 yang dinilai berhasil menghadirkan energi positif sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport ...." kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Di sisi lain, industri pendukung olahraga nasional turut berkembang melalui peluncuran koleksi Fall/Winter 2026 oleh Mills di Hotel Aston Jakarta Barat untuk memperkuat teknologi perlengkapan olahraga dan memperluas lini produk periode Juli hingga Desember 2026. Perusahaan memperkenalkan sepatu lari Hypercharged seberat 150 gram ukuran 42 yang diperbarui dengan teknologi pelat karbon.

"Untuk kategori running, produk unggulan kami tetap Hypercharged. Beratnya sekitar 150 gram untuk size 42 dan sudah menggunakan carbon plate," ujar Tjia Kong Hau, CEO Mills.

Performa sepatu tersebut sebelumnya telah digunakan oleh atlet binaan Mills dalam ajang Boston Marathon untuk mencetak rekor pribadi sekaligus menjadi pelari wanita Indonesia tercepat kedua di kompetisi itu. Mills mengonfirmasi ekspansi produk ke berbagai cabang olahraga lain dengan tetap mengutamakan riset mendalam.

"Kami ingin memperluas pengalaman produk ke berbagai cabang olahraga, tetapi semua harus melalui research and development yang matang," kata Tjia Kong Hau, CEO Mills.

Pengembangan perlengkapan olahraga domestik ini turut menunjang kebutuhan para atlet nasional di kancah global melalui kerja sama resmi. Komite Olimpiade Indonesia mencatat kerja sama apparel dengan Mills kini memasuki musim kedua yang membuat distribusi perlengkapan atlet berjalan lebih efisien tanpa keluhan berarti.

NOC Indonesia saat ini juga sedang menyiapkan desain apparel baru bersama Mills untuk ajang Asian Games mendatang, setelah sebelumnya desain pakaian Indonesia menarik perhatian negara lain di kompetisi Asian Winter Games. Pihak komite berharap produsen perlengkapan olahraga nasional terus meningkatkan inovasi materi demi mendukung prestasi internasional.

Artikel terkait