Jamie Carragher Kritik Mohamed Salah Terkait Unggahan Kritik Taktik Liverpool

Jamie Carragher Kritik Mohamed Salah Terkait Unggahan Kritik Taktik Liverpool

Ketegangan internal melanda Liverpool setelah Mohamed Salah secara terbuka melayangkan kritik terhadap strategi permainan klub melalui media sosial pribadi miliknya. Pemain asal Mesir tersebut mengutarakan ketidakpuasannya dan mendesak agar tim kembali menerapkan gaya bermain menyerang yang agresif.

Kritik terbuka yang disampaikan oleh sang penyerang sayap memicu reaksi keras dari mantan bek legendaris The Reds, Jamie Carragher. Seperti dilansir dari Detik Sport, Carragher menilai tindakan tersebut mencerminkan sikap egois yang dapat mengganggu keharmonisan tim.

Sorotan tajam Salah tertuju pada pendekatan taktik yang diterapkan oleh manajer Arne Slot, di mana dirinya merasa kurang cocok dengan sistem tersebut. Selain itu, situasi diperparah dengan keputusan tim yang beberapa kali menempatkannya di bangku cadangan pada musim ini.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Salah mengungkapkan pandangan mendalam mengenai identitas permainan yang semestinya diusung oleh klub asal Merseyside tersebut.

"I want to see Liverpool kembali menjadi tim menyerang yang heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang meraih trofi. Itulah sepakbola yang saya kuasai dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya. Itu tidak bisa ditawar dan semua yang gabung klub ini harus menyesuaikan diri," tulisnya di Instagram pribadinya.

Menanggapi pernyataan tertulis tersebut, Jamie Carragher memberikan kecaman keras melalui saluran Sky Sports. Carragher bahkan menyamakan perilaku Salah dengan tindakan indisipliner yang pernah dilakukan oleh Cristiano Ronaldo saat berselisih dengan Erik ten Hag di Manchester United.

"I sudah bilang, 'sesuatu akan terjadi di akhir musim'," buka Carragher seperti dilansir dari Sky Sports.

"Salah menjatuhkan bom seperti yang dilakukan Ronaldo saat cabut dari Man United. Saya kira Salah bakal move on tapi nyatanya tidak," cibirnya.

"Padahal Liverpool sedang di fase penentuan ke Liga Champions musim depan, tapi dia hanya memikirkan dirinya sendiri," sambungnya.

Perselisihan serupa memang pernah mewarnai kompetisi Liga Inggris pada musim 2022/2023 silam, ketika Cristiano Ronaldo secara terbuka menyatakan rasa kecewanya terhadap manajemen Erik ten Hag karena sering dicadangkan.

Ronaldo kemudian memutuskan untuk menyudahi kontraknya dan hijrah menuju klub Arab Saudi, Al Nassr, pada awal tahun 2023. Setelah kepindahannya, kapten timnas Portugal itu melontarkan kritik tajam mengenai stagnasi perkembangan fasilitas klub Setan Merah serta kapasitas manajerial Ten Hag.

Artikel terkait