Pendiri Amazon Jeff Bezos dilaporkan menyelinap masuk melalui pintu belakang untuk menghadiri Met Gala 2026 guna menghindari kerumunan pengunjuk rasa. Langkah tersebut diambil di tengah kontroversi keterlibatan sang miliarder sebagai sponsor utama dalam perhelatan mode tahunan di Museum Seni Metropolitan tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Wolipop, Bezos bersama istrinya, Lauren Sánchez Bezos, memberikan dukungan dana sebesar $10 juta atau sekitar Rp174 miliar sebagai sponsor tahun ini. Meski telah menyumbang dalam jumlah besar, keberadaan Bezos tidak terlihat di karpet merah saat istrinya tampil mengenakan gaun Schiaparelli.
Upaya Bezos untuk bersikap rendah hati dilakukan dengan mengenakan setelan tuksedo standar yang dinilai kurang selaras dengan tema 'Fashion Is Art'. Ia baru diketahui berada di dalam lokasi acara setelah muncul dalam unggahan foto bersama saudara iparnya, Elena Sánchez Blair, sebagaimana dilaporkan The Cut.
Situasi di luar museum sendiri sempat memanas akibat aksi kelompok aktivis anti-miliarder bernama Everyone Hates Elon. Kelompok ini menargetkan kampanye terhadap Bezos dan pengaruh korporasi di Met Gala dengan menyebarkan ratusan botol berisi cairan yang diduga urine di area gedung museum.
Kelompok aktivis tersebut memberikan pernyataan resmi mengenai alasan di balik tindakan sabotase yang mereka lakukan sebelum acara dimulai.
"Pendiri Amazon dan oligarki Jeff Bezos baru saja mengadakan pesta pra-Met Gala di penthouse-nya dan sedang bersiap untuk malam besar tersebut," tulis kelompok Everyone Hates Elon.
Para aktivis menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk membongkar perilaku Bezos yang dianggap menggunakan popularitas selebriti untuk menutupi catatan buruk perusahaannya.
"Kami tidak bisa membiarkan dia lolos begitu saja dengan menggunakan selebriti dan mode untuk menyembunyikan kejahatannya. Sebaliknya, kami akan mengungkapkannya," tegas perwakilan kelompok tersebut.
Botol-botol yang ditempelkan wajah Bezos tersebut merupakan bentuk sindiran terhadap laporan kondisi kerja di gudang Amazon. Para pekerja dikabarkan sering terpaksa buang air kecil di dalam botol karena jadwal kerja yang sangat padat dan keterbatasan akses menuju fasilitas kamar mandi.
Pihak Amazon sebelumnya telah mengakui adanya kendala logistik terkait akses kamar mandi yang dihadapi oleh para pengemudi dan staf lapangan mereka. Perusahaan menyatakan bahwa masalah tersebut merupakan tantangan industri yang dipengaruhi oleh rute pengiriman serta kondisi lalu lintas di lapangan.